PM Narendra Undang Donald Trump, Bahas Masalah Kebebasan Beragama di India?  

  • Whatsapp
Pasukan Keamanan Perbatasan (BSF) mengendarai unta, nampak melewati gambar Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump. Foto: REUTERS / Amit Dave

INDOPOLITIKA.COM – Presiden AS Donald Trump akan mengangkat isu masalah kebebasan beragama di India selama pertemuannya dengan Perdana Menteri Narendra Modi minggu depan. Dan menurut salah seorang pejabat senior administrasi India, isu tersebut sangat sensitif bagi pemerintah India.

Pemerintahan Modi telah menghadapi protes skala besar, baik di dalam negeri serta menuai kritik tajam di luar negeri karena memberlakukan Undang-undang kewarganegaraan yang dipandang mendiskriminasi umat Islam dan telah memperdalam kekhawatiran pemerintahannya dalam merusak tradisi sekuler India.

Bacaan Lainnya

Protes berbulan-bulan itu datang setelah pemerintah India menarik otonomi khusus yang diberikan kepada wilayah mayoritas Muslim Kashmir, sehingga memperketat cengkeramannya di wilayah tersebut.

“Donald Trump, yang akan tiba di India pada Senin, (24/2/2020) akan berbicara tentang tradisi demokrasi dan kebebasan beragama yang sama dari kedua negara,” kata pejabat senior administrasi itu saat konferensi, melansir Reuters.

“Dia akan mengangkat masalah ini, khususnya masalah kebebasan beragama, yang sangat penting bagi pemerintahan ini,” kata pejabat itu.

“Setelah masa jabatan kedua tahun lalu, Modi telah berbicara tentang prioritas pemerintahnya tentang pertumbuhan inklusif untuk semua orang, termasuk minoritas agama,” kata pejabat administrasi itu.

Sementara itu, salah seorang kader Partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party, menyangkal adanya bias terhadap 180 juta Muslim di negara itu. Dia mengatakan, tidak ada kritik dari pihak asing. Dia sendiri mengatakan perubahan di Kashmir dan Undang-undang kewarganegaraan baru adalah masalah internal negara tersebut.

Trump bukanya tanpa kriritikan. Dia menghadapi kritik bahkan di AS karena memberlakukan larangan perjalanan di beberapa negara mayoritas Muslim, langkah yang menurutnya diperlukan untuk mencegah menyebarnya terorisme.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *