Polda Banten Amankan Pelajar SMK Terkait WAG STM/K

  • Whatsapp
AG, pembuat grup WAG SMT/K saat beraada di Polda Banten.

INDOPOLITIKA.COM Polisi kembali menangkap salah seorang terduga penyebar WhatsAppGrup (WAG) provokatif, terkait ajakan demo pelajar SMK beberapa waktu lalu. Kali ini, AG (16) pelajar di salah satu SMK di Pandeglang diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten, pada Jum’at (4/10) malam. Ia diduga kuat menjadi admin WAG STM/K Penerus Bangsa.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata mengatakan, bahwa AG diamankan lantaran diduga telah membuat konten provokatif melalui grup WAG tersebut. “Dihadapan anggota Ditreskrimsus Polda Banten AG mengakui telah membuat grup WAG melalui handphone miliknya. Hal ini agar para siswa (STM/K) ramai-ramai mengikuti demo di DPR RI beberapa waktu lalu, WAG itu dia Buat lantaran terpengaruh ajakan dari Klkonten provokatif lainnya di media sosial, yang di share di Group FB,” katanya Minggu (6/10).

Baca Juga:

Untuk jumlah peserta grup, Edy Sumardi menerangkan, terakhir ada sekitar 218 peserta dan AG adalah admin grup dalam WAG STM/K, Penerus Bangsa yang mengarah kepada provokatif ini. “Peserta grup di WAG itu beranggotakan para pelajar SMK. Pertama kali dibuat oleh yang bersangkutan tertanggal 27 September 2019,” terang Edy.

Sementara itu, Kasubdit 5 Siber Ditreskrimsus Polda Banten Kompol Wiwin Setiawan, mengungkapkan terhadap AG dilakukan pendekatan restorative justice. Restorative justice merupakan upaya penyelesaian kasus terhadap masyarakat atau korban dan atau tersangka berdasarkan berbagai pertimbangan yang ada.

“Pelaku masih dibawah umur dan berdasarkan penyelidikan, tidak ditemukan AG didapati riwayat percakapan apapun di dalam grup itu. Perlu ditekankan bahwa AG hanya pembuat grup, tidak pernah mengirimkan pesan atau konten apapun,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut keterangan AG, bahwa ada atau saran dari seseorang yang menyuruhnya untuk membuat grup ‘Penerus Bangsa. “Hal ini masih terus kita selidiki dan di dalami. “AG masuk sebuah grup facebook STM Se-Bogor, kemudian atas salah satu saran dari anggotanya untuk membuat grup Whatsapp,” bebernya.

Setelah AG membuatnya, link tautan grup itu oleh orang yang saat ini dilakukan pendalaman kemudian di share di grup Facebook STM Se-Bogor. “Masih terus kita lakukan penyelidikan,” pungkasnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *