Polemik Odalan, Ini 10 Poin Klarifikasi Kepala Desa Sendangsari

  • Whatsapp
Siaran Pers Klarifikasi Soal Polemik Odalan di Bantul.

INDOPOLITIKA.COM – Polemik dibatalkannya upacara keagamaan umat Hindu di Desa Sendangsari, Kabupaten Bantul, Yogyakarta pada, (12/11/2019) lalu memunculkan berbagai spekulasi isu liar. Bahkan menjurus anggapan ‘intoleran’.

Mengklarifikasi kejadiaan sebenarnya terkait polemik ini, pihak Kecamatan maupun Desa Sendangsari melalui keterangan pers, yang diterima indopolitika.com, Kamis (14/11/2019) mengatakan bahwa persoalan tersebut murni karena izin. Penyelenggara acara tidak ada ‘kulonuwun’ ke warga setempat.

Muat Lebih

Berikut 10 poin klarifikasi yang ditandatangani Lurah Desa M Irwan Susanto serta Sekretaris Desa Zuhri Saren Satrio:

1. Pada malam sebelum doa leluhur digelar, pertemuan antara pihak penyelenggara acara, warga desa dengan pihak kepolisian di kantor Polsek Pajangan, kesepakatanya adalah acara itu belum mendapatkan izin pelaksanaan sehingga dianggap tidak ada acara pada hari Selasa 12 November.

2. Sejauh ini pihak penyelenggara belum mengajukan izin mengenai pelaksanaan acara itu melainkan hanya melampirkan surat pemberitahuan rencana kegiatan

3. Situasi yang terjadi pada 12 November di dusun Mangir, sama sekali tidak terkait dengan masalah agama atau aliran kepercayaan yang diyakini sekelompok peserta acara.

4. Sama sekali tidak benar telah terjadi pengepungan tempat acara oleh warga desa Sendangsari. Yang terkadi adalah beberapa warga memberitahukan kepada para calon peserta acara, bahwa hari itu tidak ada acara sebagaimana mereka rencanakan karena belum memiliki izin pelaksanaan acara.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *