Polemik Odalan, Ini 10 Poin Klarifikasi Kepala Desa Sendangsari

  • Whatsapp
Siaran Pers Klarifikasi Soal Polemik Odalan di Bantul.

5. Kenapa izin belum diberikan. Hal itu berkaitan dengan proses komunikasi dan sosialisasi yang belum sepenuhnya dilakukan terlebih dahulu oleh kelompok agama atau aliran kepercayaan kepada warga di Dusun Mangir khususnya dan desa Sendangsari umumnya.

6. Pemerintah Desa Sendangsari, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincan), Forum Komunikasi antar umat beragama (FKUB) Pajangan dan tokoh masyarakat sudah beberapa kali membangun komunikasi dan menghimbau agar penyelenggara acara melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan warga, dan selama beberapa tahun ini belum dilaksanakan sebagaimana disarankan kepada para pihak ini. Belum adanya komunikasi dan sosialisasi inilah yang menjadi alasan kenapa acara itu belum mendapatkan izin pelaksanaan.

Baca Juga:

7. Isu yang menyebut warga Desa Sendangsari melakukan tindakan anti toleran adalah sangat tidak berdasar. Sebaliknya Sendangsari dan pemerintah Desa Sendangsari adalah desa yang memiliki toleransi yang sangat tinggi terhadap keberagaman agama dan kepercayaan yang hidup dan berkembang pada kehidupan masyarakat. Salah satu buktinya adalah masih banyaknya peninggalan bersejarah (artefak Lingga Yoni) dan lain-lain yang masih dirawat dan dikelola dengan baik hingga saat ini. Data kami, 99% lebih penduduk Dusun Mangir adalah muslim. Selain itu, pemerintah Desa Sendangsari adalah salah satu desa yang memiliki alokasi anggaran desa untuk kegiatan seluruh agama dan aliran kepercayaan yang ada.

8. Respon yang diberikan warga setempat adalah murni berkaitan dengan proses perizinan yang harus dimiliki oleh penyelenggara acara terkait dengan bentuk acara yang akan dilaksanakan. Proses seperti ini berlaku sama pada semua kelompok agama dan kepercayaan yang akan melaksanakan acara yang berkaitan dengan upacara agama dan kepercayaan.

9. Dengan ini memberikan klarifikasi bahwa tidak benar sama sekali telah terjadi tindakan intoleran yang dilakukan warga desa Sendangsari terhadap pelaksanaan acara doa leluhur yang sedianya akan digelar paguyuban Padma Buana. Seluruh bagian peristiwa yang terjadi adalah murni sebagai reaksi atas belum terpenuhinya norma adat yang berlaku di masyarakat yaitu ‘kulonuwun’.

10. Seluruh informasi ini sebagai upaya meluruskan berbagai bentuk pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta di atas. Klarifikasi ini dilakukan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang bisa mengarah pada munculnya opini opini negatif dan bernada intoleran yang berpotensi memunculkan keresahan di tengah masyarakat.{asa}

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *