Polisi Diajak Pantau Akun Medsos CPNS

  • Whatsapp
Sekretaris Kementerian PAN-RB Dwi Wahyu Atmaji

INDOPOLITIKA.COM – Sekretaris Kementerian PAN-RB Dwi Wahyu Atmaji mengatakan, pemerintah akan memantau akun media sosial para calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk mengantisipasi radikalisme.

Pemantauan ini dilakuakan sebagai upaya untuk mencegah paham radikal dalam lingkungan ASN. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memantau pergerakan CPNS. Pemantauan akan dilakukan selama masa seleksi CPNS 2019. “Ya medsosnya bisa dipantau. Ya pokoknya yang anti NKRI, anti pancasila, anti pemerintah, anti ya itulah,” ujar Dwi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Muat Lebih

Lebih lanjut, Dwi mengatakan, pihaknya telah berkordinasi kepada pihak kepolisian terkait pengeluaran surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) terhadap calon ASN penerimaan tahun 2019.

“Kami sudah minta kepolisian untuk awasi CPNS, dalam mengeluarkan SKCK itu, kalau bisa sudah mempertimbangkan aspek itu. Kedua di dalam SKB, kan setelah lulus SKD, kan tes SKD diinstansi masing-masing ada wawancara dan lainnya. Kami harapkan masing-masing instansi juga melakukan penelusuran rekam jejak para calon dengan berbagai cara,” jelasnya.

Selain itu, Dwi juga mengingatkan pemerintah untuk serius dalam menangani radikalisme di kalangan ASN. Menurutnya Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN sudah mengatur sanksi berat terhadap ASN radikal. “Kalau yang sudah nyata menentang Pancasila, sudah pasti itu sanksi berat, sudah harus dikeluarkan dari ASN karena ASN itu harus menjadi penegak Pancasila, pengawal Pancasila,” tutupnya.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *