Polisi Harus Ungkap Aktor Utama Dibalik Kasus Novel Baswedan

  • Whatsapp
Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor.

INDOPOLITIKA.COM – SETARA Institute berharap kepada Polri untuk mengungkapkan hasil temuan atas kasus penyiraman air keras penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

“Apalagi kalau pengakuan mereka [Polisi dan Tim Teknis] telah menemukan bukti-bukti signifikan tetapi saya menduga yang baru nanti yang akan diproses pelaku lapangan,” kata Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor, kemarin.

Baca Juga:

Bonar mengatakan selain mengejar pelaku lapangan, pihaknya juga mendorong kepolisian untuk mengungkap aktor intelektual di balik kasus penyiraman Novel meski harus mengumpulkan bukti-bukti yang cukup kuat.

“Kalau aktor intelektualnya masih gelap, itu bergantung pada kepolisian nanti. Kalau berhasil memproses pelaku lapangan apakah dia [polisi dan tim teknis] juga akan mengejar aktor intelektual? karena butuh bukti lebih jauh untuk dikembangkan,” katanya.

Diakui Bonar, hingga saat ini selain kuatnya dorongan publik, Presiden juga mendesak kepada polri untuk mengungkapkan hasil investigasinya.

“Tapi presiden terus menerus melakukan batas waktu, karena Jokowi mengerti betul bahwa kalau kasus ini tidak ada penyelesainnya, itu akan merugikan dirinya. Karena publik sangat mengharap Jokowi untuk menyelesaikan kasus ini,” pungkasnya.

Dalam pemberitaan beberapa hari lalu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, tidak ada tenggat waktu bagi polri dan tim teknis untuk menyelesaikan kasus penyiraman air keras penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

“Kita tidak ada tenggat waktu, sesegera mungkin itu adalah tekat polri dan tim teknis,” kata Iqbal di sela kesempatan kepada wartawan, di Gedung Utama Kejagung RI, Senin (4/11).

Sebelumnya Iqbal juga mengatakan terdapat temuan yang signifikan yang didapati oleh tim teknis dan belum dapat dibongkar saat ini.

“Ada beberapa hal yang sangat signifikan juga didapat/ditemukan oleh tim teknis. Tidak bisa kita bongkar disini karena ini sangat tertutup ya, mohon doa saja,” kata Iqbal, Kamis di kompleks parlemen, Jakarta (31/10).[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *