Polisi Klaim Sudah Bentuk Tim Untuk Usut Dugaan Penyiksaan Lutfi Oleh Okum Penyidik

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Kepolisian mengaku telah membentuk tim untuk mendalami dugaan penyiksaan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap Lutfi Alfiandi. Lutfi Alfiandi adalah demonstran yang ditangkap saat aksi menolak UU KPK di depan gedung DPR, September 2019, lalu.

Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan, nantinya tim yang dibentuk akan dipimpin langsung oleh Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Irjen Ignatius Sigit Widiatmono.

Berita Lainnya

“Nanti sudah dibentuk, ada Kadiv Propam, (dibentuk) tim, akan kita periksa, apa benar polisi melakukan itu,” ujar Idham di Kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Jumat 24 Januari 2020.

Lanjut Idham, jika penyiksaan yang diakui oleh Lutfi saat dipersidangan di Pengadilan Negeri, Jakarta Pusat, pada hari senin, lalu terbukti adanya. Maka, Idham tak segan-segan untuk membawa oknum polisi tersebut ke ranah hukum.

Menurut Idham, dugaan penganiayaan Lutfi harus diusut tuntas. Agar masyarakat percaya dengan kinerja kepolisian. Namun kata dia, apabila dugaan penyiksaan itu tidak ditemukan, maka ini akan menjadi boomerang bagi Lutfi.

“Kalau juga tidak benar, itu pengakuan bisa menjadi bahan fitnah tentunya, jadi begitu. Jadi bisa jadi boomerang bagi yang bersangkutan juga,” kata dia.

Sebelumnya, di depan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terdakwa Lutfi Alfiandi mengungkapkan kalau dirinya mengalami penyiksaan oleh penyidik. Penyiksaan itu terjadi saat dirinya diminta mengaku telah melempar batu ke arah polisi di Polres Jakarta Barat.

“Saya disuruh duduk, terus disetrum, ada setengah jam lah. Saya disuruh ngaku kalau lempar batu ke petugas, padahal saya tidak melempar,” ujar Lutfi di hadapan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/1/2020).

Lantaran disiksa menggunakan setrum, akhirnya Lutfi terpaksa mengakui perbuatan yang tidak dia lakukan. Setelah itu, para penyidik pun berhenti melakukan penyiksaan kepada Lutfi.[pit]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *