Polisi Luar Biasa Sigap! Ade Armando Ceritakan Pengeroyokan di Demo 11 April

Dosen UI, Ade Armando/net

INDOPOLITIKA.COM – Pegiat media sosial yang juga dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando telah pulih usai insiden pengeroyokan yang dialami dirinya saat hadir pada aksi demonstrasi 11 April silam.

Ade sudah tampak dalam keadaan normal, lantas ia pun menceritakan pengalaman tragisnya tersebut. Ade mengaku para pelaku menjadikan kepalanya sebagai sasaran utama.

“Ketika terjadi pengeroyokan itu, sebenarnya yang jadi sasaran utama adalah kepala saya,” ujar Ade dikutip dari channel YouTube Cokro TV, Senin (16/4/2022).

Sontak, dia pun melindungi kepala bagian depannya dengan kedua tangan. Namun sayang, kepala bagian atas dan belakangnya menjadi bulan-bulanan para pelaku. Tak cuma itu, bagian tubuh lainnya yang tidak bisa ia lindungi, seperti perut, punggung, ikut menjadi sasaran.

“Kalau kepala depan bisa saya tutupi dengan kedua tangan saya. Tapi kepala atas atau belakang itu jadi sasaran utama tendangan-tendangan,” katanya.

Dia bersyukur timnya dan sejumlah orang di lokasi berusaha melindunginya. Meski berondongan pukulan dan tendangan terhadap Ade tetap tak dapat terbendung.

“Sejak awal saya ingat tim saya itu memang betul-betul juga pasang badan menyelamatkan saya. Namun mereka terlempar karena memang pengeroyok itu demikian brutalnya,” sambungnya.

Tak lama, dia menyebut aparat kepolisian datang menolongnya. Aparat kemudian memecah segerombol pengeroyok dan membawa Ade menjauh dari massa.

Dia berterima kasih kepada rekan-rekan, mahasiswa, jurnalis, dan polisi yang membantu menyelamatkannya saat kejadian nahas itu.

“Tapi yang perlu dicatat, yang dilakukan oleh polisi itu luar biasa. Mereka (polisi) memang nggak sadar karena terjadinya saat polisi mendorong mahasiswa untuk pulang kan. Mereka jadi sempat tidak melihat tapi karena teman-teman teriak, ada juga seorang teman jurnalis lainnya yang minta agar polisi segera turun tangan, mereka betul-betul mendobrak tuh, untuk menyelamatkan saya,” katanya.

Namun, Ade mengklaim dokter yang merawatnya menyebut ia beruntung karena meski pelaku menyasar kepala, tidak ada kerusakan parah di bagian otak.

“Dokter bilang bahwa otak anda ini kuat, sudah ditendang-tendang begitu seharusnya (kerusakannya) bisa lebih buruk dari ini,” jelasnya.

Ade menyelipkan fakta unik yang dia syukuri. Pasalnya, dia disebut oleh dokter bisa selamat karena berpostur gemuk.

“Dokternya bilang saya bisa selamat seperti itu karena saya gemuk, ternyata ada untungnya juga jadi orang gemuk,” ungkapnya.

“Jadi rupanya yang ditendang oleh para pengeroyok adalah daging, bukan tulangnya,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Ade menjadi korban pengeroyokan saat aksi menolak penundaan pemilu dan ‘3 periode’ di depan gedung DPR/MPR pada 11 April 2022.

Tak hanya itu, pakaian Ade juga sempat dilucuti saat dirinya sudah dalam keadaan tak berdaya. Pengeroyokan terhadap Ade kemudian menjadi peristiwa yang santer dibicarakan usai aksi itu digelar. [Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.