Polisi Periksa 2 Orang Terkait Kasus Dugaan Kartel Kremasi

  • Whatsapp
Pabrik peti mati jenazah Covid-19 di kawasan Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang yang kebanjiran orderan produksi hingga 500 dalam sehari, Kamis (1/7/2021)

INDOPOLITIKA.COM – Beredar pesan berantai terkait dengan kuitansi kartel kremasi yang kemudian viral di kalangan masyarakat.

Dalam kuitansi tersebut, salah seorang pengguna jasa bernama Martin asal Jakarta Barat mengaku diperas oleh sindikat kartel kremasi senilai Rp65 juta untuk mengkremasi jenazah ibunya yang meninggal di rumah sakit pada Senin (12/7/2021) lalu.

Berita Lainnya

Polisi kini tengah mendalami kasus dugaan pemerasan kartel kremasi yang ada di salah satu rumah duka di daerah Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo menerangkan pihaknya sudah memeriksa dua orang terkait kasus tersebut. Yakni pemilik yayasan dan salah seorang penyebar informasi berantai dugaan pemerasan kartel kremasi.

“Ini kita sudah masuk ke tahap pendalaman atau penyelidikan untuk memastikan apa yang sebenarnya telah terjadi,” terang Ady kepada wartawan, Kamis (22/7/2021).

Namun demikian, Ady belum mau membeberkan lebih lanjut terkait dengan kasus tersebut. Hal itu disebabkan masih menunggu informasi dari pelapor untuk menjadi acuan dalam menyelidiki kasus dugaan pemerasan kartel kremasi.

“Belum bisa saya sampaikan secara jelas, karena semua masih dalam proses penyelidikan,” lanjutnya. [rif]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *