Polisi Ringkus Bos Perusahaan Pelanggar Moratorium Pengiriman TKI Ke Arab Saudi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Polisi mengungkap perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) modus non prosedural jaringan timur tengah Abu Dhabi. Dalam kasus ini polisi berhasil meringkus lima tersangka dari Abu Dhabi.

Wakil Direktur Tindak Pidana Umum (Wadir Tipidum) Bareskrim Polri Komisaris Besar Agus Nugroho mengatakan, kasus TPPO di Abu Dhabi sudah dilakukan bulan lalu dengan modus memberikan janji pekerjaan yang layak kepada korban. Adapun satu korban diketahui berinisial MH.

Muat Lebih

“Tindak pidana Ini berhasil diungkap sejak bulan lalu. Adapun Modus dari jaringan pelaku adalah dengan menjanjikan pekerjaan terhadap para korban,” ujarnya di Bareskrim Polri, Rabu (9/10).

Agus menjelaskan para tersangka mendirikan PT inisial (AIM) sejak 2006. Perusahaan tersebut bergerak di bidang penyalur tenaga kerja ke luar negeri yang hingga kini telah menyediakan ribuan tenaga kerja.

“Dari operasionalisasi PT tersebut mereka sudah memberangkatkan pekerja migran sejumlah 14.400 orang. Jumlahnya cukup bombastis,” ungkap Agus.

Lebih jauh, Agus menerangkan sejak peraturan menteri tahun 2015 sudah ada morotarium yang melarang pemberangkatan tenaga kerja Indonesia ke Timur Tengah.

“Tapi mereka masih terus beroperasi. Mereka mengirim ada yang langsung ke Abu Dhabi ada yang melalui Yaman, Bahrain dan negara timur tengah sekitar tetapi sasaran akhirnya rata-rata adalah ke Abu Dhabi, Arab Saudi,” imbuh Agus.

Kronologis kejadian

Adapun kronologis kejadian, Agus membeberkan, pemberangkatan para tenaga kerja Indonesia (TKI) direkrut dijanjikan pekerjaan dari wilayah Jawa Barat (Jabar), Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga dijanjikan pekerjaan dengan gaji 1.200 real atau Rp 4,5 Juta. “Namun pada praktiknya ada yang sebagian sudah menerima (gaji) tapi banyak yang nggak menerima gaji tersebut,” katanya.

Selanjutnya sesudah direkrut para TKI itu diberangkatkan ke Jakarta untuk kemudian dikirim ke  Colombo dan menuju tujuan ke Abu Dhabi dan beberapa negara timur tengah lain. Di sana ada yang langsung kerja di Abu Dhabi, namun ada juga yang diberangkatkan kembali ke beberapa negara lainnya .

“Karena ada TKI yang nggak dapat haknya, ada beberapa yang melaporkan baik melalui kedutaan atau ke kami secara langsung sehingga kami bisa ungkap perkara ini,” lanjutnya.

Dari hasil penyidikan, polisi telah mengantongi lima tersangka dengan peran masing-masing. AS, SSI (sebagai sponsorship), MI (pengurus medical), HE (pembuatan paspor) dan MA (orang yang mengantar dari bandara ke luar negeri).

Adapun barang yang disita oleh polisi yakni 10 jenis barang bukti yang terdiri dari beberapa lembar terkait administrasi pemberangkatan. Kemudian pasal yang dijerat oleh para tersangka yakni, pasal 4 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang TPPO dengan hukuman penjara minimal tiga tahun dan denda paling sedikit Rp 120 juta paling banyak Rp 600 juta.

Kemudian Pasal 81 dan 86 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *