Polisi Sita Puluhan Ribu Pil Ekstasi dan Sabu dari Jaringan Malaysia-Kalimantan

  • Whatsapp

Indopolitika.com – Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat meringkus seorang tersangka pengedar narkoba berinisial H alias BL (36).

Barang buktinya berupa ribuan pil ekstasi dan sabu dari jaringan Malaysia, Kalimantan dan Jakarta pada Minggu (21/07/2019).

Muat Lebih

Kapolres Metro Jakarta Barat melalui Kasat Narkoba AKBP Erick Frendriz menjelaskan, penangkapan ini dilakukan berawal mendapatkan informasi akan ada transaksi narkoba di sekitar Jalan Daan Mogot Jakarta Barat. Dari hasil penyelidikan, petugas menangkap tersangka H alias BL.

“Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan dua butir pil ekstasi yang disembunyikan di kantong celana tersangka,” terang AKBP Erick kepada Indopolitika.com , Senin (22/07/ 2019).

Dari hasil interogasi terhadap tersangka, berikutnya petugas melakukan pengembangan di sebuah kos-kosan di kawasan Tanjung Duren Grogol Petamburan dan bisa ditemukan barang bukti narkotika berupa pil ekstasi sebanyak 13 butir dan 11 butir pil H5.

Selanjutnya petugas terus melakukan interogasi terhadap tersangka dan lalu dilakukan pengembangan di Apartemen Mediterania Jakarta Barat.

“Dalam penggeledahan selanjutnya, ditemukan barang bukti 25.505 butir pil ekstasi, 1 plastik berisi serbuk bahan baku ekstasi, 16 plastik klip berisi sabu seberat 366 gram, 1 buah timbangan elektrik, 1 buah alat pres plastik, 2 unit ponsel, dan 1 buah buku catatan transaksi narkoba,” lanjut AKBP Erick.

Masih dari keterangannya, dari penangkapan tersebut, total barang bukti yang disita antara lain 25.516 pil ekstasi, 1 buah plastik berisi  serbuk bahan baku ekstasi seberat 844,68 gram, 16 plastik klip sabu, 1 buah timbangan elektrik, 1 buah alat pres plastik 2 unit ponsel, dan 1 buah buku catatan transaksi narkoba.

Sementara itu, Kanit 2 Narkoba Akp Maulana Mukarom menerangkan dari pengakuan tersangka bahwa barang haram itu diperoleh dari Malaysia yang dikirim melalu jalur Kalimantan dan masuk ke Jakarta.

Yang mana dari penangkapan tersebut satuan narkoba Polres Metro Jakarta Barat menyelamatkan sebanyak 15 ribu jiwa.

“Kita masih mengembangkan kasus peredaran narkoba ini. Tersangka kita jerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal seumur hidup dan hukuman mati,” sambungnya. (pm/ind).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *