Polisi Tak Permasalahkan Tindakan Politikus Andre Rosiade

  • Whatsapp
Andre Rosiade dan NN saat peristiwa penggerebekan di salah satu hotel di Padang Sumatera Barat.

INDOPOLITIKA.COM – Polri tak mempermasalahkan tindakan yang dilakukan politikus Partai Gerindra Andre Rosiade saat menjebak PSK berinisial NN di Padang, Sumatera Barat.

“Semua orang, masyarakat, seandainya menemukan suatu tindak pidana, misalnya ada copet, ada pencuri, boleh nggak menangkap? Boleh!” tegas Karopenmas Brigjen Argo Yuwono, di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Bacaan Lainnya

Namun, lanjut Argo, masyarakat harus segera menyerahkan tersangka tindak pidana untuk diproses oleh pihak kepolisian. “Kemudian diserahkan ke kepolisian atau yang berwajib untuk dilakukan ke proses berikutnya,” tegas Argo.

Sebelumnya, Politikus Partai Gerindra itu diduga menjadi pihak yang menjebak NN lewat aplikasi MiChat. Hal itu dilakukan Andre bersama aparat kepolisian Polda Sumatera Barat untuk membuktikan masih adanya praktik prostitusi online di Padang.

Saat itu, Andre yang mengikuti rombongan polisi menggerebek NN di sebuah hotel berbintang di Jalan Bundo Kanduang Kota Padang, Minggu (26/1/2020).

Anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu juga angkat suara dalam kasus tersebut. Menurutnya, menjebak merupakan kewenangan yang dimiliki penegak hukum karena sudah masuk domain eksekusi.

Penjebakan dengan menyamar, lanjutnya, harus meminta bantuan pihak kepolisian untuk bertindak dengan cara undercover by.

“Kewenangan penyamaran ini diatur dalam Pasal 12 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana yang kemudian diubah menjadi Pasal 6 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Penyidikan Tindak Pidana, bahwa kegiatan penyelidikan sebagaimana diatur dalam Pasal 6 dalam Perka Polri ini dapat dilakukan dengan cara Penyamaran (under cover),” kata Ninik dalam keterangan tertulis.

Ninik mendesak Polda Sumatera Barat untuk segera mengungkap cara atau proseduer penindakan kasus tersebut yang dinilainya tidak sesuai dengan aturan hukum. Lebih lanjut, ia meminta pihak kepolisian untuk memastikan perlindungan dan memulihkan NN sebagai korban proatitusi daring.

“Menurut saya secara sepintas dari fakta yang terbaca di media, dan koordinasi dengan Ombudsman Perwakilan Sumatra Barat, kasus ini adalah kasus tindak pidana perdagangan orang,” tegas Ninik. [rif]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *