Internasional

Polisi Turki Bubarkan Paksa Aksi Protes <i>Emak-Emak</i>

Polisi Turki menangkap seorang wanita tua dalam unjuk rasa di Istanbul, Sabtu 25 Agustus 2018. (Foto: AFP)

Istanbul: Kepolisian di kota Istanbul, Turki, membubarkan paksa aksi protes rutin sekelompok emak-emak. Sekumpulan wanita itu berdemo untuk mengenang kerabat mereka yang hilang diculik selama gelombang kekerasan di Turki pada era 1990-an.

Petugas menggunakan meriam air dan gas air mata untuk menekan aksi unjuk rasa yang digelar sekitar 50 orang itu. Dari kerumunan massa, terdapat seorang pengunjuk rasa 'veteran' bernama Emine Ocak, yang diketahui berusia 80-an.

Mengatasnamakan 'Saturday Mothers,' sekelompok wanita itu telah berunjuk rasa di Istanbul sejak 1995. Protes kali ini merupakan yang ke-700.

Sementara itu, sejumlah kelompok hak asasi manusia mengutuk keras tindakan represif aparat keamanan Turki terhadap pengunjuk rasa.

"Itu perlakuan bengis dan kejam terhadap keluarga yang hanya mencari keadilan," kata Emma Sinclair-Webb dari Human Rights Watch (HRW), seperti disitir dari BBC, Minggu 26 Agustus 2018.

Demonstrasi tersebut dilarang pemerintah Turki karena dipublikasikan di akun media sosial yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Selama ini, Turki menganggap PKK sebagai organisasi teroris.

PKK meluncurkan gerakan bersenjata melawan pemerintah Turki pada 1984, dengan tuntutan utama mendirikan negara Kurdi merdeka. Puluhan ribu orang telah tewas sejak gerakan itu dimulai.

Penculikan yang dimaksud dalam unjuk rasa terbaru di Istanbul terjadi selama puncak pemberontakan PKK. Sejumlah aktivis mengatakan pemerintah Turki tidak pernah berusaha menyelidiki dan mencari mereka yang dinyatakan hilang.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close