Internasional

Politikus Anti-Islam Belanda Batalkan Kontes Kartun Nabi

Politikus anti-Islam Belanda Geert Wilders. (Foto: AFP).

Den Haag: Geert Wilder menjadi otak kontes kartun bertemakan Nabi Muhammad di Belanda. Namun anggota Parlemen Belanda itu membatalkan kontes kontroversial ini usai muncul ancaman pembunuhan.
 
"Untuk menghindari kekerasan, saya memutuskan untuk melanjutkan kembali kontes kartun ini," ujar Wilders dalam pernyataannya yang dikutip Independent, Jumat 31 Agustus 2018.
 
Baca juga: Kontes Kartun Nabi Muhammad di Belanda Picu Protes Pakistan.
 
Wilders menyatakan bahwa dirinya tidak ingin nyawa orang lain menjadi korban terkait kontes yang direncanakannya akan berlangsung pada November.
 
"Ini bukan tentang saya. Mereka yang menentang kontes itu bukan mengincar saya saja, tetapi juga seluruh Belanda," imbuhnya.
 
Kontes yang dibuka pendaftarannya pada Juni lalu, sudah memicu protes di Pakistan. Selain itu, seorang pemuda berusia 26 tahun ditangkap pada Selasa 28 Agustus, karena mengancam untuk membunuh Wilders.
 
Pelaksanaan kontes ini benar-benar dihentikan ketika muncul dari kelompok Taliban yang mengancam untuk melakukan serangan terhadap pasukan Belanda yang berada di Afghanistan.
 
"Kepada anggota keamanan Afghanistan, jika Kalian adalah seorang Muslim atau penganut Islam yang taat, angkat senjata kalian ke pasukan Belanda. Atau Kalian bisa membantu Taliban untuk menyerang mereka (pasukan Belanda yang bertugas bersama NATO)," tutur Juru Bicara Taliban.
 
Pemerintah Indonesia juga turut mengecam kontes tersebut. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengecam pelaksanaan kontes itu. Menlu juga menyebut, "Bahwa rencana tersebut merupakan tindakan provokatif dan tidak bertanggungjawab".
 
Baca juga: Indonesia Kecam Kontes Kartun Nabi Muhammad di Belanda.
 
"Indonesia menekankan bahwa kebebasan berekspresi adalah suatu yang harus dihormati akan tetapi tidak tanpa batas. Semua pihak berkewajiban untuk senantiasa memegang teguh prinsip toleransi untuk saling menghormati," tegas Menlu Retno.
 
Membuat gambar Allah SWT atau Nabi Muhammad SAW dilarang dalam Islam dan dinilai sebagai penghinaan. Pembuatan kartun semacam itu sebelumnya memicu terjadinya kekerasan.
 
Pemuatan kartun Nabi Muhammad oleh tabloid di Denmark pada 2005 memicu terjadinya kekerasan di berbagai belahan dunia. Kemudian pada 2015 tabloid Prancis, Charlie Hebdo, diserang dan 12 orang dilaporkan tewas setelah memuat kartun Nabi Muhammad.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close