Polri Amankan Tiga Tersangka Penjual Mie Formalin Beromzet Rp 100 Juta /Bulan  

  • Whatsapp
Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Bareskrim Polri, Senin (16/9)

INDOPOLITIKA.COM- Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri menangkap tiga tersangka produsen olahan mie, yang mengandung formalin dan boraks. Ketiga tersangka itu berinisial M (57), AS (53) dan RH (39).

“Mereka sudah beroperasi kurang lebih dua tahun. Pemasarannya wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan kabupaten Sukabumi,” ucap Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/9).

Baca Juga:

Dedi berujar, ketiga tersangka ditangkap di lokasi berbeda. M diamankan di Sukabumi, Jawa Barat. AS ditangkap di Karang Tengah, Cianjur, Jawa Barat. Sementara RH ditangkap di Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.

Jenderal Bintang Satu itu juga menyebut para tersangka mencampur Formalin dalam air rebusan mie sebagai zat pengawet. Tersangka juga mencampurkan boraks dalam adonan mie agar tekstur mie menjadi kenyal.

“Kemudian mie dibungkus dalam plastik transparan per lima kilogram. Lalu dibungkus menjadi satu bal berisi kurang lebih 40 kilogram mie,” sambung Dedi.

Dedi mengatakan, para tersangka itu juga memasarkannya ke beberapa pasar tradisional. Bahkan para pemesan bisa mengambil mie langsung ke rumah produksinya. “Setiap harinya, tersangka mampu memproduksi lima sampai tujuh ton mie. Omsetnya sebesar Rp 50 juta-100 juta per bulan,” kata Dedi.

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni 85 Bal mie berformalin siap edar setara dengan 3,5 Ton. Alat produksi antara lain empat mesin pencetak mie, empat mesin pengaduk adonan, dua gerigi, empat timbangan, lima kipas angin, satu mesin kompresor dan dua tabung pompa solar.

Bahan pembuat mie antara lain 73 karung tepung terigu dengan masing-masing berat 25 kg, 25 bungkus pewarna makanan PT. Central Lautan permana dan satu sak tepung aci. Baha. Berbahaya yakni dua derigen cairan yang mengandung formalin, satu sak bubuk formaldehide serta setengah sak bubuk boraks.

Atas perbuatannya itu, para tersangka dijerat pasal 136 huruf b Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp 10 miliar. Dan pasal 8 ayat (1) huruf a Jo Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.[asa]

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *