PPDB DKI Jakarta Dibuka, Yuk Cek Jalur Pendaftarannya

  • Whatsapp
PPDB SItem Zonasi

INDOPOLITIKA.COM – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2021/2022 di DKI Jakarta dimulai hari ini, Senin 6 Juni 2021. Tersedia beberapa jalur PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022.

Adapun jalur tersebut dibagi sebagai berikut:
1. Jalur Prestasi
Memberikan apresiasi terhadap anak-anak yang telah menunjukkan prestasi akademik maupun prestasi non-akademik

Berita Lainnya

2. Jalur Afirmasi
Memberikan kesempatan yang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk mengakses pendidikan bermutu dan disubsidi oleh Pemerintah.

3. Jalur Zonasi
Memberikan kesempatan anak-anak yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang telah ditetapkan dengan memperhatikan sebaran sekolah, data sebaran domisili calon peserta didik, dan kapasitas daya tampung sekolah yang disesuaikan dengan ketersediaan jumlah anak usia sekolah pada setiap jenjang di daerah tersebut;

4. Jalur Pindah Tugas Orang Tua dan Anak Guru
Memberikan kesempatan untuk anak-anak dari keluarga yang orangtuanya pindah tugas dan bagi anak guru yang ingin bersekolah di tempat orangtuanya bertugas.

Adapun jadwal pelaksanaan PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022 yaitu:
1. Jenjang PAUD: 21 Juni-9 Juli 2021

2. Jenjang SLB: 21 Juni-9 Juli 2021

3. Jenjang SD

a. Jalur Afirmasi Prioritas I: 7 – 11 Juni 2021
b. Jalur Afirmasi Prioritas II: 14 – 18 Juni 2021
c. Jalur Zonasi: 21 – 25 Juni 2021
d. Jalur Pindah Tugas Orang Tua dan Anak Guru: 7 – 25 Juni 2021

4. Jenjang SMP dan SMA

a. Prestasi Akademik dan Non Akademik: 7 – 11 Juni 2021
b. Jalur Afirmasi Prioritas I: 14 – 18 Juni 2021
c. Jalur Afirmasi Prioritas II: 21 – 25 Juni 2021
d. Jalur Zonasi: 28 Juni – 2 Juli 2021
e. Jalur Pindah Tugas Orang Tua dan Anak Guru: 7 Juni – 2 Juli 2021

5. Jenjang SMK
a. Prestasi Akademik dan Non Akademik: 7 – 11 Juni 2021
b. Jalur Afirmasi Prioritas I: 14 – 18 Juni 2021
c. Jalur Afirmasi Prioritas II: 21 – 25 Juni 2021
d. Jalur Pindah Tugas Orang Tua dan Anak Guru: 7 Juni – 2 Juli 2021
6. Jenjang PKBM: 26 Juli – 4 Agustus 2021

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, berharap pelaksanaan PPDB DKI Jakarta Tahun 2021 dapat berjalan dengan lancar, karena seluruh warga Ibu Kota dari berbagai kalangan, berkesempatan memperoleh pendidikan yang tuntas dan berkualitas.

“Harapannya juga, PPDB ini dapat membentuk sekolah-sekolah negeri dengan variasi peserta didik yang tinggi dan rasa gotong royong untuk maju bersama,” pungkasnya.

Untuk mempermudah akses informasi masyarakat terkait penyelenggaraan PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022, Dinas Pendidikan DKI Jakarta membuka posko pelayanan PPDB di 5 wilayah Kota Administrasi dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, serta Gedung Dinas Pendidikan dengan memberlakukan protokol kesehatan.

Informasi lebih lengkap juga dapat diakses melalui layanan informasi PPDB Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Website informasi PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022 :
disdik.jakarta.go.id, ppdb.jakarta go.id, Media Sosial PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022: Instagram officialppdbdki, Facebook ppdbdki, Twitter ppdbdki1.(net)

=========

Nelayan Kerap Diintimidasi, Kapal Nelayan Asing Kerap Masuk Wilayah Natuna

INDOPOLITIKA.COM – Puluhan kapal asing berbendera Vietnam dan Thailand makin berani mengambil hasil laut di wilayah perairan Indonesia tepatnya di Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri.

Ketua Aliansi Nelayan Kabupaten Natuna Herman mengatakan kapal nelayan asing tersebut hampir setiap hari mengelilingi Natuna. Kebanyakan nelayan asing ini berada di sebelah timur dan utara Natuna.

“Ini seperti dibiarkan saja masuk wilayah tangkap Indonesia,” ungkap Herman menjelaskan, Minggu (6/6/2021).

Kebanyakan, lanjut Herman, kapal nelayan asing ini menggunakan pukat harimau untuk menjarah hasil laut di wilayah Natuna.

“Ini sangat merugikan nelayan lokal,” tandasnya.

Bahkan, kata Herman, nelayan lokal kerap mendapat intimidasi dari nelayan asing ini. Banyak nelayan lokal sering dikejar bahkan akan ditabrak jika ada yang mendekati kapal asing ini.

“Mereka terganggu jika didekati. Menghalangi sebaran pukat harimau,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan terhadap kapal nelayan asing di Natuna sangat lemah. Pihaknya pun sudah bosan melaporkan aktivitas nelayan asing ini kepada pemerintah terkait.

“Sudah jenuh melapor. Tapi tidak ada tindak lanjut,” tambahnya.(net)

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *