Pilpres

Prabowo Dilarang Kampanye di Simpang Lima Semarang, Gubernur Jateng: Pak Jokowi Juga Tidak Boleh di Situ

Indopolitika.com, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bereaksi usai disebut sebagai biang gagalnya kampanye capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di Kota Semarang. Menurut Ganjar, tudingan itu sudah provokatif.

Sebelumnya, ada rencana dari kubu 02 untuk menjadikan Kota Semarang sebagai labuhan terakhir kampanye mereka di Jawa Tengah. Tepatnya di Lapangan Pancasila Simpang Lima.

Namun, pada akhirnya agenda itu harus batal. Belakangan kubu 02 menyebut bahwa rencana kampanye itu terbentur aturan yang dikeluarkan gubernur dan pemda.

Buntut dari masalah ini, Ganjar memberikan respons. “Ini provokatif, ada berita Gubernur Jateng tidak mengizinkan (kampanye),” katanya, Kamis (11/4).

Politikus PDIP itu memastikan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan pelarangan kampanye untuk paslon Pilpres nomor urut 02 tersebut. Agenda kampanye tersebut memang terbentur masalah izin lokasi.

Ganjar menjelaskan, untuk Lapangan Pancasila Simpang Lima bukan menjadi kewenangan Pemprov Jawa Tengah. Tapi, milik Pemkot Semarang. “Yang mengizinkan wali kota (Semarang, Red),” kata Ganjar.

“Maka kemarin kami cek ke wali kota. Wali kota juga tidak bisa mengizinkan karena lokasi kampanye itu sudah ditentukan oleh KPU. Jadi semua kewenangan ada di KPU,” sambungnya.

Ketentuan KPU yang dimaksud Ganjar adalah Keputusan KPU Kota Semarang Nomor 43/pl.02.4-kpt/3374/kpu.kot/III/2019. Isinya, tidak menyebut lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang sebagai salah satu ruang terbuka yang diperuntukkan sebagai tempat kampanye rapat umum.

“Drama selalu ada. Ngono tok (Gitu saja). Lho itu Pak Jokowi juga tidak boleh di situ (Simpang Lima, Red),” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi membenarkan hal tersebut. Hendrar menegaskan, bukan cuma Prabowo yang tidak boleh memakai Lapangan Simpang Lima untuk kampanye. Partainya, PDIP, juga dilarang berkampanye di sana.

“Kan masih banyak lokasi yang diizinkan dalam edaran KPU. Mestinya semua pihak bisa memahami aturan-aturan di masing-masing daerah. Pemberlakuan larangan Simpang Lima tidak hanya untuk paslon Prabowo. Tapi juga untuk semua paslon dan kampanye semua partai,” pungkasnya.

Soal larangan berkampanye di Semarang, Prabowo menyuarakan hal itu saat berorasi di Stadion Sriwedari, Kota Solo, Rabu kemarin (10/4). Prabowo mengungkapkan, tak cuma dilarang kampaye di Simpang Lima, pihaknya juga tidak mendapat izin untuk berkampanye di GOR Stadion Jatidiri, Kota Semarang.

Mengenai hal ini, Komisioner KPU Jateng Ikhwanudin menyebut bahwa GOR Jatidiri juga tidak masuk dalam daftar lokasi yang diperbolehkan sebagai tempat kampanye. “Selain itu, Lapangan Mugas juga tidak boleh kalau saya tidak salah,” terangnya.

(JP)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close