Prabowo Tuding Ada Kekuatan Asing Ingin Ciptakan Kekacauan Lewat Demo UU Cipta Kerja

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto angkat suara perihal kericuhan akibat demonstrasi massa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada pekan lalu.

Prabowo Subianto menilai, demo penolakan tersebut disebabkan oleh hoaks dan belum membaca UU Cipta Kerja. Menurutnya, hoaks tersebut membuktikan ada yang sengaja menciptakan kekacauan. Sumbernya, ia yakini berasal dari kekuatan asing.

Bacaan Lainnya

“Jadi banyak sekarang ini yang kemarin demo itu belum baca hasil Omnibus Law itu, dan banyak hoaks, banyak hoaks di mana-mana. seolah-olah ini tidak ada, itu tidak ada, dikurangi,” ujar Prabowo dalam video wawancara yang dilihat Selasa (13/10/2020).

“Dan saya ingin memberi peringatan hoaks ini berarti ada yang ingin menciptakan kekacauan. Saya punya suatu keyakinan justru ini berasal dari luar negeri,” ucapnya.

Prabowo mengatakan, kekuatan asing ini tidak menyukai Indonesia menjadi negara aman dan maju. Kata dia, banyak tokoh yang tidak sadar masuk dalam permainan pihak lain.

“Ada kekuatan-kekuatan asing, ada negara-negara tertentu di dunia yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju. Itu, jadi, ya ini, kadang-kadang tokoh-tokoh kita liat, bener, dia yakin dia bener dan dia, tapi dia lakukan sesuatu dan dia tidak sadar sebenarnya ini permainan orang lain,” kata Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo meminta para buruh tidak emosional dan terpicu membuat aksi massa. Apalagi sampai muncul aksi vandalisme. Ia mengecam pembakaran sarana umum yang digunakan untuk kepentingan rakyat dari uang rakyat.

Dia tidak yakin pembakaran tersebut dilakukan oleh para mahasiswa yang berdemo. Prabowo yakin ada kelompok bayaran yang dibiayai asing untuk memicu aksi kekerasan tersebut.

“Coba anak-anak itu pikirkan. Saya tidak yakin ya itu dari anak-anak mahasiswa atau pemuda, ini pasti ada dalangnya. Ini pasti anasir-anasir ini. Ini pasti anasir yang dibiayai asing. Tidak mungkin seorang patriot mau bakar milik rakyat. Kalau mau demo silakan, demokrasi itu boleh demo. masa bakar milik rakyat,” kata Prabowo.

Ia lantas menegaskan memahami kesulitan buruh. Pun Partai Gerindra yang selalu berjuang untuk buruh.

“Dan waktu omnibus law ini dibahas di DPR, Partai Gerindra juga yang paling keras membela kepentingan semua, buruh, tani, nelayan, dan sebagainya. Dan dengan sungguh-sungguh, ada buktinya, ada rekamannya semua, mungkin Fraksi Gerindra yang paling banyak ketemu dengan tokoh-tokoh buruh dan sebagainya,” ujar Prabowo.

“Dan bisa dikatakan dari permintaan tuntutan buruh, 80% sudah diakomodasi di dalam omnibus law ini, UU Cipta Kerja. 80%. Ya kita tidak bisa 100%, namanya politik negara, kadang-kadang kita harus mengerti, ada kebutuhan ini, kebutuhan itu, ada keperluan iya kan? Kita butuh investasi dari mana-mana,” lanjutnya.

Prabowo menyarankan agar jalan konstitusi ditempuh para pihak yang masih menolak UU Cipta Kerja. Apalagi sebanyak 80% tuntutan buruh sudah diakomodasi dalam UU itu.

“Ya kan 10% lagi, 20% lagi kan masih bisa diperjuangkan, masih banyak cara, iya kan? Ada judicial review ke MK (Mahkamah Konstitusi), ada lagi negosiasi sama pengusaha-pengusaha… Itu imbauan saya kepada teman-teman. Kita mengerti ini kesulitan kita bersama,” ujar eks Pangkostrad ini. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *