Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Imam Nahrawi Sah

  • Whatsapp
Tersangka Suap Hibah KONI Mantan Menpora Imam Nahrawi

INDOPOLITIKA.COM- Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan yang diajukan oleh mantan Menteri Pemuda dan Olah raga (Menpora) Imam Nahrawi. Diketahui, Iman Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan kasus suap dana hibah KONI.

Dalam putusannya, Hakim Tunggal Elfian menyatakan proses penetapan tersangka, penyidikan, dan penahanan yang dilakukan KPK sudah sesuai prosedur. Status tersangka Imam di KPK pun tidak menyalahi prosedur hukum.

Muat Lebih

“Menolak praperadilan pemohon untuk seluruhnya,” ucap Elfian membacakan putusan tersebut dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019).

Kata dia, dalil yang menjadi dasar Imam menggugat praperadilan KPK itu lemah. Sebab, tindakan hukum KPK dalam menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka dilakukan sebelum tanggal 17 Oktober 2019, itu artinya KPK masih menggunakan UU KPK yang belum direvisi.

Sementara dalam dalil yang menjadi dasar Imam Nahrawi menggugat praperadilan mengenai legalitas tindakan KPK melakukan penahanan terhadapnya berdasarkan UU KPK baru.

Dalam UU KPK baru, yaitu UU Nomor 19 Tahun 2019, tindakan hukum yang dilakukan KPK harus berdasarkan izin dari Dewan Pengawas.

“Setelah mencermati bukti-bukti yang dilakukan termohon dilakukan di bawah tanggal 17 Oktober. Berarti semasa sebelum berlakunya undang-undang baru berarti tindakan tersebut adalah sah,” kata Elfian membacakan pertimbangan dalam putusan praperadilan terhadap Imam di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa

Sebelumnya, Imam Nahrawi mengajukan gugatan praperadilan dan meminta status tersangkanya dalam kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI dibatalkan. Imam keberatan atas status tersangkanya karena menilai belum pernah diperiksa sebagai saksi.

Imam ditetapkan KPK sebagai tersangka suap dana hibah KONI dan penerimaan lain berkaitan dengan jabatannya. Imam diduga menerima suap sebesar Rp 26,5 miliar secara bertahap sejak 2014 hingga 2018. Uang yang diterima Imam diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *