Internasional

Presiden Filipina Ingin Mundur Sebelum 2022

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, (Foto: AFP)

Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, dirinya ingin berhenti menjadi presiden Filipina sebelum masa jabatannya berakhir pada 2022.

"Saya ingin berhenti sebelum masa jabatan berakhir pada 2022. Tapi saya tak ingin menyerahkan kekuasaan kepada Wapres Leni Robredo," kata Duterte, dikutip dari Strait Times, Jumat 31 Agustus 2018.

"Anda lebih baik memilih seorang diktator seperti Ferdinand Marcos (mantan presiden Filipina), itulah yang saya sarankan daripada Robredo," lanjut dia.

Pasalnya, Robredo adalah salah satu pengkritik keras Duterte, terutama untuk agenda perang narkoba yang kini telah menewaskan lebih dari 2.500 orang.

"Akan ada gangguan jika penghapusan narkoba itu dihentikan dan saya yakin bahwa korupsi dan narkoba akan terus menyebar jika bukan saya yang memimpin," tukasnya.

Duterte melanjutkan, keinginannya untuk pensiun diri terlebih karena ia kesal dengan polemik korupsi dan narkoba, bukan karena kesehatannya menurun, seperti akhir-akhir ini beredar.

Masih dalam pidato yang sama, ia kembali menyinggung soal kekacauan Gereja Katolik di seluruh dunia. Bahkan ia ingin menciptakan rumah atau detensi bagi para korban untuk mengungkapkan pelecehan dari para kardinal dan pastor. 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close