Presiden Haiti Tewas Dibunuh di Rumahnya

  • Whatsapp
Presiden Haiti Jovenel Moise

INDOPOLITIKA.COM – Presiden Haiti Jovenel Moise tewas dalam serangan orang tak dikenal di kediamannya pribadinya sementara istrinya terluka dan sedang dalam perawatan di rumah sakit.

Dilansir dari BBC, Sekelompok pria bersenjata menyerbu kediamannya sekitar pukul 01:00, menurut keterangan Perdana Menteri Claude Joseph. Dia juga mengumumkan situasi darurat sembari meminta rakyat tetap tenang.

Berita Lainnya

Moïse menjadi presiden negara miskin itu sejak 2017 tetapi sering menghadapi aksi massa menuntut pengunduran dirinya.

Beberapa tahun ini negara tersebut dilanda kudeta, ketidakstabilan politik, dan kekerasan oleh geng bersenjata.

Ibu Negara Martine Moïse diterbangkan ke Fort Lauderdale, Florida, untuk menjalani perawatan, tetapi belum ada keterangan resmi tentang kondisinya.

Perdana Menteri Joseph menyebut serangan itu sebagai tindakan biadab dan barbar. Menurut keterangannya, para pelaku serangan adalah orang asing yang berbicara dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Spanyol.

Sejumlah berita menyebutkan para pelaku mengenakan baju hitam dan membawa senjata kaliber tinggi dengan menyaru sebagai pasukan anti narkoba Amerika Serikat. Belum ada keterangan resmi yang membenarkan berita itu.

Duta Besar Haiti untuk AS Bocchit Edmond mengatakan tidak mungkin pasukan anti-narkoba Amerika terlibat dalam serangan itu, dan meyakini para pelaku adalah tentara bayaran atau professional mercenaries.

Perdana menteri menegaskan para pelaku akan diburu dan diadili sembari mengklaim bahwa keamanan negara sudah terkendali.

Konstitusi Haiti menyebutkan para menteri dengan dipimpin perdana menteri mengambil alih kekuasaan ketika tidak ada presiden sampai digelar pemilu.

Yang menarik, pekan lalu Presiden Moïse menunjuk Ariel Henry sebagai perdana menteri tetapi dia belum dilantik.

Moise telah menghadapi protes sengit sejak menjabat sebagai presiden pada 2017. Oposisi menuduhnya berusaha memasang kediktatoran menjadi lebih otoriter. Namun semua tuduhan itu dibantah.

Selain pemilihan presiden, legislatif dan lokal, Haiti akan mengadakan referendum konstitusional pada September setelah dua kali ditunda karena pandemi virus corona.

Para kritikus juga mengklaim bahwa tidak mungkin menyelenggarakan pemungutan suara, mengingat ketidakamanan umum di negara itu. [rif]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *