Pemerintahan

Presiden Jokowi Ajak Presiden Bank Dunia Lihat Program Pemerintah Tangani ‘Stunting’

Presiden Jokowi menggendong seorang bocah saat mengajak Presiden Bank Dunia meninjau program penanganan stunting di SDN Tangkil 01, Kecamatan Caringin, Sukabumi, Jabar, Rabu (4/7) siang. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Jokowi menggendong seorang bocah saat mengajak Presiden Bank Dunia meninjau program penanganan stunting di SDN Tangkil 01, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jabar, Rabu (4/7) siang. (Foto: Humas/Oji)

Usai melakukan pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim melihat program yang sudah dilakukan pemerintah dalam menangani masalah gangguan pertumbuhan pada anak (stunting), di SDN Tangkil 01, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/7) siang.

Presiden Jokowi menjelaskan, sengaja mengajak Presiden Bank Dunia untuk melihat program pemerintah dalam menangani masalah stunting itu, karena mereka memiliki pengalaman-pengalaman yang banyak dan panjang di negara-negara lain yang diharapkan nanti ini bisa didiskusikan bersama.

“Tadi kami sudah berbicara mengenai penggunaan teknologi, kemudian melibatkan sektor swasta, kemudian melibatkan ormas-ormas Islam yang dengan cara itu kita harapkan pengurangan stunting ini bisa lebih cepat lagi,” kata Presiden.

Sementara Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengingatkan, bahwa persoalan stunting adalah persoalan sangat serius, karena anak-anak  butuh pertolongan sesegera mungkin.

“Bila anak-anak ini tidak diobati sedini mungkin di kemudian hari maka mereka tidak akan dapat mengoptimalkan potensi yang mereka miliki dan berkontribusi bagi pembangunan negara,” kata Kim.

Menurut Kim, penanganan stunting membutuhkan komitmen dan keinginan politik yang kuat dari atas. Ia memuji pemerintah Presiden Jokowi yang menurutnya menjadi salah satu negara berkembang terbesar yang menunjukkan komitmen tersebut.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek. (RAH/ES)

Artikel Terkait

Close
Close