Pemerintahan

Presiden Jokowi Berharap 60 Tahun Hubungan Indonesia-Jepang Jadi Momentum Penguatan Kerja Sama

Presiden Jokowi menerima Menlu Jepang Taro Kono, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/6) pagi. (Foto: Setpres)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, bahwa bahwa Jepang merupakan mitra strategis bagi Indonesia. Presiden berharap ke depannya kedua negara dapat saling meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.

“Tahun ini kita memperingati 60 tahun hubungan bilateral peringatan ini harus dijadikan momentum baru penguatan kerja sama di berbagai bidang,” kata Presiden Jokowi saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/6) pagi.

Di bidang ekonomi, Jepang sendiri merupakan negara yang banyak menanamkan investasinya di Indonesia. Tahun 2017 lalu, tercatat bahwa Negeri Matahari Terbit itu telah menanamkan investasinya tidak kurang dari 5 miliar dollar AS di Indonesia.

“Selama pemerintahan saya pembangunan infrastruktur dilakukan secara intensif. Saya senang Jepang menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur di Indonesia,” ucap Presiden.

Selain infrastruktur, Presiden berharap agar pemerintah Jepang juga dapat meningkatkan kerja sama untuk pengembangan perikanan terpadu terutama di pulau terluar Indonesia seperti di Sabang dan Morotai. Jepang juga diharapkan untuk dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi manufaktur untuk pasar Asia.

“Saya juga berharap Jepang dalam meningkatkan kerja sama pengembangan produksi baterai lithium dan mobil listrik,” sambung Presiden Jokowi.

Dalam kaitannya dengan kerja sama di kawasan dan dunia internasional, Indonesia mengajak Jepang dan seluruh negara untuk menjaga penghormatan terhadap hukum internasional.

Di hadapan Taro Kono, Kepala negara menyebut bahwa Indonesia menyambut baik perkembangan positif dari upaya perdamaian di semenanjung Korea. Kedua negara juga dapat terus melakukan komunikasi dalam pengembangan konsep Indo-Pasifik, yang inklusif, mengedepankan kerjasama, habit of dialogue dan mengutamakan penghormatan terhadap hukum internasional.

Presiden Jokowi juga menyambut baik komitmen Jepang dalam membantu perjuangan rakyat Palestina. Jepang dan Indonesia sangat aktif dalam pemberian bantuan untuk Palestina melalui program CEAPAD (Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development).

Pertemuan para menteri luar negeri anggota CEAPAD  yang ketiga akan dilakukan di Bangkok 26-27 Juni 2018, dimana Menteri Luar Negeri Jepang dan Menteri Luar Negeri RI akan hadir.

“Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk terus bersama dengan perjuangan rakyat Palestina,” ujar Presiden.

Mengakhiri pembicaraannya, Presiden mengajak Jepang untuk memberikan dukungan penuh dalam menyukseskan gelaran Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang.

“Saya mengharapkan Jepang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Asian Games yang akan dibuka 18 Agustus 2018,” ucap Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan kali ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Utusan Khusus Presiden RI untuk Jepang Rachmat Gobel serta Dubes RI untuk Jepang Arifin Tasrif. (BPMI Setpres/ES)

Artikel Terkait

Close
Close