Pemerintahan

Presiden Jokowi: Perolehan Medali Emas Indonesia Terbanyak Sepanjang Sejarah Asian Games

Presiden Jokowi saat menyerahkan medali emas kepada Defia Rosmaniar, atlet taekwondo peraih emas pertama Indonesia di Asian Games 2018, beberapa waktu lalu. (Foto: IST)

Hingga hari Senin (27/8) pagi, atlet-atlet Indonesia yang membela Sang Saka Merah Putih dalam perhelatan Asian Games XVIII tahun 2018, telah mempersembahkan 12 medali emas, 13 perak, dan 25 perunggu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak dapat menyembunyikan kegembiraannya atas prestasi yang dicapai oleh atlet-atlet Indonesia ini.

“Ini perolehan medali emas terbanyak sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di Asian Games,” tulis Presiden Jokowi melalui fanpage facebooknya yang baru diunggahnya beberapa saat lalu.

Perolehan medali Indonesia itu, menurut Presiden, bahkan lebih banyak dari saat Indonesia menjadi tuan rumah pertama kali di 56 tahun lampau.

Dalam pesta olahraga negara-negara Asia itu, Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan berulang kali menegaskan, target Indonesia adalah berada di peringkat ke-10 dengan torehan 17 medali emas.

Sementara saat berita ini ditulis, Indonesia berada di peringkat kelima dibawah China, Jepang, Korea, dan Iran. Namun demikian, Indonesia masih berpeluang mendulang banyak medali emas, terutama dari cabang bulutangkis perorangan, pencak silat, dan panjang tebing.

Daftar Peraih Medali Emas Indonesia Pada Asian Games 2018:

  1. Defia Rosmaniar (taekwondo);
  2. Lindswell Kwok (wushu);
  3. Khoiful Mukhib (balap sepeda downhill)
  4. Tiara Andini Prastika (balap downhill)
  5. Eko Yuli Irawan (angkat berat)
  6. Tim putra ketepatan mendarat (paralayang)
  7. Jafro Megaranto (paralayang
  8. Aries Susanti Rahayu (panjang tebing)
  9. Tim putra LM8+ (dayung)
  10. Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi (tenis)
  11. Rifki Ardiansyah Arrosyid (karate), dan
  12. Aqsa Sutan Aswar (jetski)

(*/ES)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close