Presiden Suriah Klaim Kemenangan atas Pemberontak Sudah Dekat

  • Whatsapp
Presiden Suriah Bashar al-Assad klaim menang dalam perang saudara (Foto: AFP).

Damaskus: Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan kepada pasukannya pada Rabu 1 Agustus 2018 bahwa mereka hampir memenangkan perang saudara, yang sudah berlangsung selama tujuh tahun. Assad klaim bahwa pihak pemberontak dalam ambang kekalahan.
 
Awal 2017 lalu, pasukan pemerintah hanya menguasai 17 persen dari wilayah Suriah. Tetapi melalui serangkaian serangan memaksa para pemberontak keluar dari banyak basis pertahanan mereka. Setelah itu, pemerintahan Assad mulai mengendalikan hampir dua pertiga negara.
 
"Waktu kemenangan sudah dekat," tulis Assad dalam sebuah surat terbuka kepada pasukannya, seperti dikutip AFP, Rabu 1 Agustus 2018.
 
"Mereka (para pemberontak) akhirnya dipaksa untuk pergi,- dipermalukan, dipukul mundur," jelasnya.
 
Sebagian besar wilayah itu direbut kembali tanpa pertempuran, karena para pemberontak enggan setuju untuk meninggalkan wilayah mereka yang dibom di wilayah yang dilindungi Rusia.
 
Tentara telah didukung oleh serangan-serangan Rusia oleh serangan udara, penasihat militer Iran dan milisi dari Lebanon, Iran, Irak dan Afghanistan.
 
Pasukan pemerintah sekarang membersihkan sisa-sisa wilayah pemberontak dan kelompok militan di selatan, di mana pemberontakan melawan Assad pertama terjadi pada tahun 2011.
 
Pekan lalu, Assad menjanjikan serangan serupa terhadap satu-satunya kubu utama pemberontak – Provinsi Idlib. Tetapi Rusia yang selama ini menjadi sekutu, mengesampingkan serangan besar-besaran terhadap provinsi itu dalam waktu dekat.
 
Idlib adalah yang terakhir dari empat zona "deeskalasi" yang disepakati oleh kekuatan dunia pada tahun 2017 di mana para pemberontak masih memiliki kekuatan besar.
 
Para pemberontak dan warga sipil terlibat keluar dari tiga zona lainnya ketika mereka jatuh ke pemerintah, semuanya dibawa ke Idlib, meningkatkan populasinya menjadi sekitar 2,5 juta orang.
 
Operasi militer di provinsi itu akan menyebabkan pemindahan massal ke perbatasan dengan Turki, dan bahkan Rusia telah memperingatkan terhadap serangan.

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *