Internasional

Presiden Terpilih Zimbabwe Buru 'Pengkhianat' di Partainya

Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa di rumah kediaman presiden di Harare, 3 Agustus 2018. (Foto: AFP/MARCO LONGARI)

Harare: Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa murka dan bergabung dengan para veteran perang dalam menuduh adanya sejumlah pejabat senior di partai Zanu-PF yang mencoba merancang kekalahannya dalam pemilihan umum pada 30 Juli. 

Para pengkhianat tersebut, menurut Mnangagwa, menyerukan kepada pendukung Zanu-PF untuk memilih pemimpin oposisi Nelson Chamisa.

Seperti dilansir dari Bulawayo24News, Senin 13 Agustus 2018, tuduhan dilayangkan Mnangagwa setelah dirinya nyaris dipaksa maju ke pilpres putaran kedua melawan Chamisa. 

Petahana meraup 50,8 persen suara, mengalahkan Chamisa sang ketua MDC Alliance di angka 44,3 persen.

Sementara itu, Chamisa bersikeras berhasil mengalahkan Mnangagwa dalam pilpres. Ia menggugat hasil penghitungan suara saat ini ke Mahkamah Konstitusi Zimbabwe.

Baca: Pelantikan Presiden Zimbabwe Ditunda

Chamisa mengaku memiliki barang bukti yang dapat memperlihatkan bahwa dirinya dicurangi dalam pilpres.

Konstitusi Zimbabwe mengizinkan calon presiden secara resmi mengajukan keluhan hasil pemilu dalam kurun waktu tujuh hari usai pemenang dideklarasikan.

Mahkamah Konstitusi Zimbabwe kini memiliki waktu 14 hari untuk memprotes keluhan MDC.

Dalam proses ini, MDC harus bisa membuktikan keganjilan yang terjadi dalam pemilu cukup signifikan dan dapat mengubah hasil penghitungan suara.

Jika berhasil dilakukan, MK Zimbabwe dapat memerintahkan penghitungan ulang atau bahkan membatalkan hasilnya secara keseluruhan.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close