INDOPOLITIKA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik Anggota Kongres Marjorie Greene, yang pernah menjadi sekutu utama, sebagai “pengkhianat” setelah menarik dukungan untuknya karena perbedaan pendapat.
Dalam sebuah unggahan di jejaring sosial Truth Social pada 15 November, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Anggota Kongres dari Partai Republik Marjorie Greene, yang mewakili Georgia, “mengkhianati partai” dan menyebutnya sebagai politisi “palsu dan tidak kompeten”.
“Marjorie Green, ‘pengkhianat’ itu, adalah aib bagi Partai Republik yang hebat,” tulis Trump dalam postingan dikutip dari AFP, Minggu (16/11/2025).
Anggota Kongres Greene kemudian mengatakan bahwa dia telah dihubungi oleh perusahaan keamanan swasta yang memperingatkannya tentang keselamatannya, dan menambahkan bahwa dia menghadapi serangkaian ancaman yang dipicu oleh “orang paling berkuasa di dunia”.
Marjorie Greene pernah menjadi simbol gerakan “Make America Great Again” (MAGA) Trump, tetapi Presiden AS mengumumkan pada 14 November bahwa ia menarik semua dukungan untuk anggota kongres tersebut.
Keputusan ini diambil setelah Greene menunjukkan sikap menjaga jarak dari Presiden Trump, sementara Trump menghadapi kritik tentang biaya hidup di AS dan skandal yang melibatkan miliarder pedofil Jeffrey Epstein.
Greene tidak sependapat dengan pemimpin AS dalam banyak hal, meskipun baru-baru ini ia menunjukkan dirinya sebagai pendukung setia Trump.
Pada 10 November, Presiden AS untuk pertama kalinya mengungkapkan kekecewaannya terhadap anggota kongres tersebut, dengan mengatakan bahwa ia telah “tersesat”.
Keputusan ini menandai keretakan besar dengan gerakan MAGA, terutama karena hanya tinggal setahun lagi menjelang pemilihan paruh waktu.
Perubahan mendadak Greene telah memicu spekulasi bahwa ia berniat mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2028, yang telah ia bantah.
Salah satu isu paling sensitif seputar kritik Greene terhadap Presiden Trump adalah skandal Epstein.
Sebagai pemimpin dalam upaya menegakkan keadilan bagi para korban miliarder tersebut, Greene minggu ini menjadi salah satu dari sedikit anggota MAGA yang memberikan suara untuk mempublikasikan dokumen terkait investigasi Epstein.
Dalam unggahannya pada 15 November, Greene kembali menyinggung masalah ini.
“Sebagai seorang perempuan, saya tidak menganggap enteng ancaman dari laki-laki. Saya kini sedikit memahami ketakutan dan tekanan yang dirasakan perempuan korban Epstein dan kelompoknya,” tulisnya. (Red)

Tinggalkan Balasan