Presiden Zimbabwe Janjikan Pemilu Bebas dan Adil

  • Whatsapp
Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa. (Foto: AFP)

Harare: Di Zimbabwe, pemilihan umum nasional dapat menjadi urusan yang berbahaya.

Tetapi negara bermasalah ini akan mencobanya sekali lagi — dan untuk kali pertama, nama Robert Mugabe tidak akan ada dalam surat suara.

Baca Juga:

Mantan diktator kawakan itu digulingkan dalam kudeta November lalu. Sekarang dia menghabiskan waktunya di bawah tahanan virtual di sebuah bangunan 25 kamar.

Dia didepak dari tampuk pimpinan oleh salah satu pembantu terdekat dan pendukung pribadinya — Emmerson Mnangagwa. Mnangagwa, yang kini menjadi presiden, harus menanggung beban berat beragam masalah di Zimbabwe.

Presiden Mnangagwa sedang mencoba sesuatu yang baru. Ia merangkul demokrasi dan perdagangan internasional setelah kebijakan pendahulunya membawa keruntuhan ekonomi dengan tingkat pengangguran lebih dari 90 persen.

Bagian dari programnya termasuk menawarkan dirinya sendiri sebagai salah satu dari 23 kandidat dalam pemilihan umum presiden yang dijadwalkan pada Senin mendatang. Mnangagwa secara pribadi menjamin pemungutan suara akan berjalan bebas dan adil.

Namun, pemimpin partai oposisi terbesar, Aliansi MDC, tidak percaya dengan ucapan Mnangagwa.

"Sekarang dia mengatakan Zimbabwe terbuka untuk bisnis. Tapi siapa yang menutupnya 38 tahun yang lalu?" tanya Nelson Chamisa dari MDC kepada kantor berita Sky News, Sabtu 28 Juli 2018.

"Sekarang dia bilang ada dispensasi baru, tapi siapa pemain kunci dalam dispensasi lama? Kau tahu, dia tidak bisa berpura-pura seperti pria yang terlahir kembali," sentil dia.

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *