Prof Zainuddin: PMI Dilarang Pulang, Kok 39 TKA China Diberi Kemudahan ke Bintan?

  • Whatsapp
Anggota F-PAN DPR, Prof. Zainuddin Maliki

INDOPOLITIKA.COM – Anggota DPR dari Fraksi PAN Prof Zainuddin Maliki mengkritik kebijakan Pemerintah yang tidak membolehkan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia untuk pulang per 27 Maret 2020.

Mirisnya, disaat PMI dilarang pulang ke tanah air, terang dia, Menteri Luar Negeri, Menteri Tenaga Kerja, dan Imigrasi tidak menjalankan kebijakan yang sama. Ibarat kata, ‘karpet merah’ justru digelar untuk menyambut kedatangan puluhan TKA China di Bintan. “Justru mereka memberi kemudahan kepada 39 TKA China masuk Bintan,” kata Zainuddin di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Bacaan Lainnya

Memasuki fase kedua kebijakan lockdown di Malaysia Zainuddin mengaki terus mendapat desakan dari banyak PMI yang ada di Kuala Lumpur agar mendorong pemerintah segera membantu mereka yang menghadapi menipisnya persediaan pangan.

“Persediaan itu penting, tetapi tidak kalah pentingnya lagi pemerintah harus menjamin distribusi dan akses bantuan beras sampai di tangan PMI kita di luar negeri,” ungkap mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya itu. “Pastikan beras yang tersedia dalam jumlah cukup itu bisa berada di tangan mereka yang sedang terhimpit kebijakan lockdown,” pungkasnya.

WNA asal China saat berada di pelabuhan Bulang Linggi Tanjung Uban Bintan. Foto/Harjo/batamtoday.com

Diberitakan sebelumnya, ke-39 TKA China itu rencananya akan dipekerjakan di PT Bintan Alumina Indinesia (BAI) di Galang Batang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Mereka dibawa oleh dua kapal cepat, yakni Lagoi Expres dan SB Lagoi Expres 9 dari pelabuhan Telaga Punggur Batam dan sandar di Pelabuhan Bulanglinggi sekitar pukul 11.00 WIB. Ke 39 TKA ini konon sudah melalui pemeriksaan Imigrasi Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Selanjutnya, mereka terbang ke Batam sebelum menuju Bintan.

Salah seorang pengurus 39 WNA asal China, Hendra saat ditemui di Pelabuhan Bulanglinggi Tanjunguban mengatakan, WNA yang baru tiba dari Batam itu, memiliki riwayat perjalanan tidak langsung dari China, melainkan semuanya sudah dari Thailand.

“Mereka memiliki surat keterangan kesehatan dari Kamboja, di mana sebelum masuk Indonesia, sudah melalui pemeriksaan Bandara Soekarno Hatta, mereka melalui negara Thailand,” ungkap Hendra yang didampingi oleh Sunarto, seperti dikutip indopolitika.com, di laman batamtoday.com, Selasa (31/3/2020).

Ditanya jabatan keduanya di PT BAI, baik Hendra dan Sunarto, mengaku hanya penjemput. Namun tidak menampik kalau 39 WNA tersebut datang ke PT BAI tujuannya untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Saat masuk Pelabuhan Bulanglinggi, 39 WNA yang dibawa oleh dua kapal cepat atau speed boat carteran tersebut, sudah ditunggu oleh pihak KKP, Imigrasi, Sahbandar dan Kepolisan. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan dan langsung naik bus nomor polisi BA 7147 RM yang sudah tersedia untuk membawa mereka menuju PT BAI Galang Batang.

Sementara itu, Pejabat di Karantina KKP Kelas II Tanjungpinang, Ramon Irawan mengungkapkan, ke-39 WNA asal China itu terlebih dahulu diperiksa suhu tubuhnya. Dan dari pemeriksaan yang dilakukan, suhu tubuh 39 WNA tersebut masih normal atau belum melebihi ambang batas normal. “Hasil pemeriksaan suhu tubuh, mereka semua masih normal,” ujarnya.

Sebaliknya, Kepala Kantor Kelas II Imigrasi Tanjunguban, Syahrioma Delavino, sudah melihat langsung proses masuknya WNA melalui pelabuhan Bulanglinggi Tanjunguban.

Ditambahkan Syahrioma Delavino, pihaknya belum melihat langsung berkas seluruh WNA asal China tersebut. Namun menurutnya, laporan yang diterima oleh masyarakat, WNA tersebut dari Batam. “Kita masih menunggu, pemeriksaan dari 39 paspor dari WNA tersebut,” terangnya.

Pantauan di lapangan seluruh WNA tersebut, usai diperiksa suhu tubuh oleh balai karantina, mereka lantas disemprot desinfektan sebelum akhirnya menaiki bus menuju PT BAI di Galang Batang.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *