Profil Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi, Kepala Basarnas yang Baru Dilantik

  • Whatsapp
Marsekal Muda (Marsda) TNI Hendri Alfiandi dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggantikan Marsekal Madya TNI (Pur) Bagus Puruhito yang sudah purna tugas, Kamis (4/2/2021).

INDOPOLITIKA.COM – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melantik Kepala Badan SAR Nasional yang baru Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi, menggantikan Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Kabasarnas Henri Alfiandi menggantikan Kabasarnas sebelumnya Bagus Puruhito karena memasuki masa purnatugas.

Berita Lainnya

Menhub dalam sambutannya berpesan kepada Kabasarnas yang baru agar melaksanakan tanggung jawab dan amanah yang dipercayakan.

“Ini merupakan satu hari yang baik melakukan serah terima jabatan yang mulia kepada Kepala Basarnas yang kita banggakan. Ini merupakan dinamika pimpinan lembaga yang biasa terjadi dalam satu instansi berkaitan dengan pembinaan masa karier yang tidak terhindari. Kabasarnas Henri Alfiandi menggantikan Bagus Puruhito yang memasuki masa purnatugas, kami mengucapkan selamat dan bangga semoga amanah dan tanggung jawab yang diamanatkan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Budi.

Salah satu amanat Undang-Undang 1945, yakni kewajiban negara dalam melindungi seluruh tumpah darah bangsa Indonesia dan dalam UU 29/2014 tentang Pencarian dan Pertolongan diamanatkan bahwa Basarnas sebagai sektor yang memimpin (leading sector) tugas tersebut.

“Tidak mudah melaksanakan kedaruratan bencana yang unpredictable selama 24 jam harus respons cepat,” katanya.

Sebelum diminta menggantikan Bagus, pati bintang dua TNI AU ini menjabat Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara (Asops KSAU) sejak 26 Mei 2020. Marsda Henri Alfiandi sewaktu kecil tumbuh di lingkungan AU. Dia pertama kali mengenyam pendidikan di SD Angkasa Lanud Iswahjudi Madiun pada 1979.

Henri mengawali karier militernya pada 1988, selepas mengenyam pendidikan di AAU. Dia lalu melanjutkan pendidikan Sekkau pada 1997 dan kembali ikut program pendidikan militer Seskoau (2003).

Empat tahun kemudian atau 2007, Henri menempuh pendidikan di Lehrgang Generalstabs/Admiralstabsdienst Mit Internationaler Beteiligung (LGAI) Jerman dan Henri mengenyam pendidikan militer The Legion of Merit pada 2012.

Dia kemudian lolos pendidikan Sesko TNI pada 2013 dan US Air War College pada 2015.

Perjalanan karier militer Marsda Henri:

26-07-1988: Pa Dp Gubenur AAU
01-05-1990: Pa Anggota Skadud 11 Lanud Hasanudin
01-04-1995: Danflight Ops “A” Skadud 12 Lanud Pekanbaru
01-07-1995: Dan Flight Ops A Skadud 11 Lanud Hasanudin
01-06-1996: Pa Instruktur Penerbang Lanud Adi Sutjipto
06-07-1997: Pa Pok Instruktur Skadud 12 Lanud Pekanbaru
21-05-1999: Kadisops Skadud 12 Lanud Pbr Wing 6 Lanud Pekanbaru
29-11-2002: Danskadud 12 Wing 6 Lanud Pekanbaru
25-08-2004: Kadisops Lanud Pekanbaru
21-11-2005: Pamen Lanud Pbr (Dik Sesko Banding Jerman)
14-05-2007: Dostun Gol VII Seskoau
20-09-2007: Dostun Gol IV Seskoau
29-05-2009: Pamen Mabes TNI (Untuk Atud RI di Washington DC USA)
10-05-2010: Atase Udara RI KBRI USA
12-09-2011: Pamen Bais TNI
24-09-2012: Paban I/Renstra Srenaau
30-11-2012: Pamen Sopsau (Dik Sesko TNI)
24-09-2013: Paban III/Intelud Spamau
29-08-2014: Pamen Spamau (Dik Lemhannas USA)
25-07-2015: Danlanud Roesmin Noerjadin
25-04-2017: Kas Koopsau I
24-09-2018: Pangkoopsau II
14-08-2019: Danseskoau
26-05-2020: Asops KSAU. [rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *