INDOPOLITIKAKomika sekaligus musisi Mudy Taylor meninggal dunia pada Selasa, 25 November 2025. Kabar duka tersebut pertama kali diumumkan oleh sesama seniman, Jarwo Kuat, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahan itu, Jarwo Kuat menyampaikan belasungkawa untuk komika bernama lengkap Dhimas Murdianto Ramelam Sutarto tersebut.

“Innalillahi wa inna ilaihirooji’un. Selamat jalan Mudi (seniman komedi), semoga diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya. Aamiin,” tulis Jarwo melalui akun @jarwokuat_.

Musisi Mudy Taylor Meninggal Karena Sesak Napa

Manajer musisi Mudy Taylor, Doni, menjelaskan bahwa sang komika meninggal  secara tiba-tiba karena mengalami sesak napas.

Ketika dikonfirmasi, Doni mengatakan bahwa Mudy menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 16.15 WIB setelah dilarikan ke instalasi gawat darurat.

“Kejadiannya mendadak. Dia sempat sesak napas, lalu dibawa ke UGD. Sekitar jam 16.15, beliau meninggal,” ujarnya.

Doni menambahkan bahwa keluarga sempat terkejut karena almarhum tidak memiliki riwayat penyakit serius. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menemukan adanya cairan di sekitar jantung.

“Istrinya bilang sebelumnya memang tidak ada keluhan berat. Tapi dokter bilang ada cairan di jantung,” jelasnya.

Setelah dinyatakan meninggal, keluarga memutuskan untuk memakamkan jenazah pada malam yang sama. Mudy dimakamkan di TPU Joglo sekitar pukul 22.00 WIB.

“Malam itu langsung dimakamkan, sekitar jam 10 sampai setengah 11,” kata Doni.

Lebih lanjut, Doni mengungkapkan bahwa enam bulan terakhir Mudy sempat mengeluhkan gangguan yang berkaitan dengan kolesterol tinggi, yang bahkan memengaruhi aktivitas hariannya.

“Sekitar tiga sampai enam bulan terakhir dia sering mengeluh soal kolesterol. Kalau kumat, jalannya jadi susah, sampai pincang,” ungkapnya.

Meski demikian, Mudy tidak pernah memiliki riwayat penyakit jantung, sehingga kepergiannya yang mendadak membuat keluarga dan kerabat sangat terpukul.

Profil Mudy Taylor

Mudy Taylor dikenal sebagai komika dengan gaya panggung yang unik. Pria kelahiran 25 Juni 1972 ini membangun ciri khas dari kemampuannya memadukan permainan gitar dengan humor spontan. Ia sering menampilkan medley lagu yang dipadukan dengan lelucon khasnya.

Pada era awal perkembangan stand up comedy Indonesia di tahun 2010-an, Mudy tampil secara rutin di program Stand Up Comedy Metro TV, tanpa melewati jalur kompetisi seperti SUCI KompasTV.

Di panggung, ia kerap memperkenalkan dirinya dengan nama panjang penuh humor:

“John Mudy Marai Taylor Saragih Yahya Saladin bin Abi Thalib Marpaung Beibeh.”

Nama nyentrik itu menjadi salah satu identitas komedinya yang mudah dikenali para penggemar.

Sejak kecil, Mudy sudah tertarik pada dunia musik. Ia menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Seni Musik dan sempat menjadi pengajar di Yamaha Music Centre.

Bakatnya dalam menciptakan lagu-lagu parodi semakin mengukuhkan namanya, termasuk melalui program di Radio SK yang ikut mengangkat popularitasnya.

Merambah Seni Peran

Selain sebagai komika dan musisi, Mudy juga merambah seni peran dan tampil di sejumlah film, antara lain:

* Nenek Gayung (2012)

* Comic 8 (2014)

* Comic 8: Casino Kings (2015)

* Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016)

* Si Juki The Movie – pengisi suara (2017)

* Takut Kawin (2018)

* EL (2018)

* R: Raja, Ratu & Rahasia (2018)

* Jaran Goyang (2018)

Kontribusinya yang luas di dunia seni membuat Mudy Taylor dikenang sebagai sosok multitalenta yang dicintai banyak orang.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan seprofesi, dan para penggemarnya. (Nul)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com