PSI Dicap Cari Popularitas, Zulhas: Kalau Nggak Mau, Nggak Usah Diambil

  • Whatsapp
Ketua MPR Zulkifli Hasan

INDOPOLITIKA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti kontroversi penggunaan pin emas untuk anggota DPRD. Dia pun meminta tidak ada pihak yang sengaja membuat kisruh dan mencari popularitas dari isu tersebut.

“Ngapain cari-cari popularitas dari situ. Menurut saya kalau enggak mau jangan diambil. Kelar. Enggak usah diambil, ini ngomong sepanjang tapi nanti ngambil juga. Kalau enggak mau, enggak usah diambil, selesai,” kata Zulhas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (25/8).

Baca Juga:

Menurut Zulhas banyak hal yang lebih penting daripada mengurusi pin emas. Salah satunya adalah masalah kerusuhan di Papua beberapa waktu lalu. “Aduh kita soal pin aja ribut. Ya ini negara, ini (masalah) Papua lebih gede,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan pengadaan pin emas untuk anggota DPRD baru senilai Rp 1,3 miliar. Pin emas ini masuk dalam anggaran Pengadaan Pakaian Dinas dan Atributnya di Sekretariat DPRD.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak anggaran pin emas ini yang dinilai terlalu besar, sementara masih banyak kebutuhan prioritas warga DKI Jakarta yang harus jadi perhatian.

“Kami menolak adanya penganggaran dan kami nanti secara teknis terutama saya siap mengembalikan pin emas tersebut,” jelas Anggota DPRD DKI Jakarta terpilih dari PSI, August Hamonangan, Selasa (20/8).

“Itu bukan sebagai bentuk yang layak kami terima. Selain masih banyak warga DKI yang belum mendapatkan kesejahteraan sebagaimana layaknya. Kami juga harus menunjukkan dulu gimana kinerja kami dan emas bukanlah suatu bentuk penghargaan kepada kami. Kami perlu prestasi emas. Jadi bukan pinnya yang emas,” lanjutnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *