Psikopat! Hadiah Ultah Putrinya yang ke-2, Tentara Israel Ledakan Rumah Warga Palestina  

Tentara Israel dikecam sebagai psikopat karena menghadiahkan putrinya ledakan rumah warga Palestina. Foto: Tangkapan layar akun X @PalHighLight

INDOPOLITIKA.COM – Psikopat. Demikian salah satu kecaman pengguna X saat melihat video tentara Zionis Israel meledakan sebuah rumah warga Palestina yang didedikasikan sebagai hadiah ulang tahun (ultah) putrinya yang ke-2.  

Dalam sebuah video yang direkam dalam bahasa Ibrani, tampak tentara zionis bersenjata lengkap, diapit oleh rekan-rekannya. Ia mendedikasikan ledakan itu untuk putrinyayang sedang berulang tahun yang kedua. 

“Dia berusia dua tahun. Saya merindukanmu,” katanya, sebelum dia dan tentara lain di sekelilingnya memulai hitungan mundur, diikuti oleh ledakan keras dan gumpalan asap yang membumbung tinggi di sekitar mereka. 

Video tentara Israel yang “mendedikasikan” ledakan sebuah rumah warga Palestina untuk putrinya yang berusia dua tahun telah mengundang kemarahan dan kemarahan yang meluas dari para netizen.  

“Seorang tentara pendudukan Israel mendedikasikan peledakan sebuah bangunan di Gaza untuk putrinya yang berusia 2 tahun di hari ulang tahunnya,” tulis Rachael Swindon, seorang wartawan Inggris. 

“Sebuah tempat khusus di neraka disediakan untuk para bajingan yang tidak berperikemanusiaan ini.” 

“Daripada menyuruh putrinya yang masih bayi meniup lilin di atas kue, 

“Jika Anda belum pernah melihat seorang psikopat/ keterbelakangan mental yang sesungguhnya, lihatlah video ini, penuh dengan mereka. Kasihan anak kecil yang dipaksa untuk membenci dan jahat,” tulis pengguna lain. 

Perang brutal rezim Israel terhadap warga Gaza telah mengundang pernyataan keras dari banyak pemimpin dunia dalam beberapa pekan terakhir, dengan banyak yang menuntut agar Konvensi Genosida digunakan untuk menindak penguasa rezim Tel Aviv, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. 

Pekan lalu, para ahli independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam genosida yang sedang berlangsung dan Nakba kedua di Gaza, mengacu pada eksodus massal warga Palestina setelah perang Arab-Israel tahun 1948.  

“Pelanggaran berat yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina setelah 7 Oktober, khususnya di Gaza, menunjukkan bahwa genosida sedang berlangsung,” kata para ahli tersebut. [Red] 

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *