PSSI Kecewa Menpora Terlibat Kasus Korupsi

  • Whatsapp

INDOPILITIK.COM- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengaku prihatin atas penetapan Menteri Pemuda dan Olah Raga ( Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Yunus Nusi mengatakan, sejauh ini hubungan PSSI dan Menpora Imam Nahrawi sangat baik. Yunus sangat menyayangkan atas dugaan keterlibatan Menpora dalam kasus korupsi

“Kami prihatin, sangat menyayangkan. Kami dekat sama beliau. Mudah-mudahan [status tersangka Imam] tidak mengganggu [koordinasi] antara PSSI dengan Kemenpora,” ujar Yunus.

Berita Lainnya

Yunus mengaku komunikasi antara PSSI dan Kemenpora terjalin baik. PSSI kali terakhir bertemu Imam saat pertemuan dengan Menpora Malaysia, Syed Saddiq. Di Stadion gelora Bung Karno.

“Terakhir Sekjen (PSSI, Ratu Tisha) bertemu Menpora setelah Timnas main. Sekjen juga dekat dengan dia,” ucap Yunus.

Sebelumnya, Kasus Imam Nahrawi terungkap saat persidangan pada 9 Juli lalu di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Selatan. Setelah mencermati fakta- fakta yang berkembang di Persidangan, KPK kemudian menelusuri dan menemukan bukti permulaan cukup kuat untuk melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, KPK menemukan adanya dugaan penerimaan hadiah dan menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga dan Miftahul Ulum , asisten pribadi Menpora.

Keterlibatan Menpora Imam Nahrowi diduka karena adanya permintaan komitmen fee uang sejumlah Rp 14,7 miliar. Selain itu, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam juga diduga meminta uang sejumlah Rp11,8 miliar. Jadi total uang yang telah diterima Imam mencapai Rp26,5 miliar. Uang tersebut diterima oleh asisten pribadi Menpora Miftah Ulum.

Uang tersebut merupakan komitmen fee Kemenpora karena telah meloloskan proposal yang diajukan oleh Komite Olah raga Nasional Indonesia ( KONI) sebesar Rp 50 miliar lebih. Adapun dana tersebut rencananya akan digunakan oleh KONI pada acara pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olah raga nasional pada Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Dari rp 50 miliar yang diajukan, KONI hanya mendapat Rp 30 miliar. (pit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *