RUU Pemberantasan Korupsi Disahkan

PUKAT: Membahayakan Masa Depan Indonesia

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA – Apabila Presiden Joko Widodo mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) revisi UU No. 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah disahkan oleh DPR, maka akan melemahkan KPK sebagai lembaga yang independen sekaligus mencederai masa depan Indonesia dalam mewujudkan negara yang bersih dari korupsi.

“Jika RUU ini disahkan maka akan sangat menghambat pemberantasan korupsi, KPK akan hilang independensi, pekerjanya akan lebih lambat dan membahayakan masa depan Indonesia,” Ujar Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada, M Zaenurrahman saat dihubungi indopolitika, Kamis (5/9).

Baca Juga:

Zaennur menambahkan RUU pemberantasan korupsi yang disahkan oleh DPR itu dilakukan tanpa adanya perencanaan dan telah melanggar prinsip transparansi. “Dari sisi timing ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tidak terang-terangan serta dipenghujung jabatan anggota dpr 2014-2019,” katanya.

Dia juga menganalisis bahwa dalam RUU itu KPK telah kehilangan indepensinya karena penyidik nanti berasal dari pihak Kepolisian. “Menurut RUU ini penyelidik itu berasal dari kepolisian, kejaksaan. Artinya tidak ada lagi penyidik independen,” kata dia.

Kemudian dari sisi penuntutan KPK harus berkordinasi dengan institusi penegak hukum lainnya dalam hal ini kejaksaan agung,” sambungnya.

Selain itu, Zaennur mengatakan adanya Usulan adanya dewan pengawas KPK dalam RUU itu justru malah memperlambat kinerja KPK yang selama ini harus dituntut kerja cepat dalam melakukan Operasi.

“Izin-izin itu (Dari Dewan Pengawas) tidak diperlukan oleh KPK. Kenapa? karena KPK bekerja membutuhkan kecepatan,” ujarnya.

Dia menambahkan KPK selama ini sudah diawasi tetapi mekanismenya berbeda dengan lembaga lainnya. KPK sebagai institusi independen itu diawasi dengan mode pengambilan keputusan kolektif kolegial oleh para mayoritas dari pimp Jadi keputusan bisa diambil jika disetujui oleh mayoritas dari pimpinan KPK.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *