Pulau Komodo Ditutup, Wisatawan Ganggu Habitat Komodo?

  • Whatsapp
Taman Nasional Komodo

NTT, INDOPOLITIKA – Taman Nasional (TN) Komodo adalah rumahnya si ‘Naga Purba’. Sudah terkenal sebagai destinasi wisata, apakah habitat komodo di sana terganggu karenanya?

Untuk melihat komodo, wisatawan bisa mendatangi Pulau Komodo dan Pulau Rinca yang merupakan bagian TN Komodo. Di sana, wisatawan akan diajak trekking bersama pemandu (ranger) dan melihat komodo langsung di alam liar.

Data terbaru, kunjungan wisatawan baik dari dalam dan luar negeri mencapai angka 170 ribu sepanjang tahun 2018. Apakah kunjungan wisatawan mengganggu habitat atau kehidupan komodo?

“Kami yakinkan di Pulau Rinca di Loh Liang dan di Loh Buaya di Pulau Komodo, kita jaga. Makanya ketika ada wisatawan harus kita pandu, jangan sampai membuat aktivitas yang akan mengganggu pergerakan komodo,” terang Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang kepada awak media di Pulau Rinca, Kamis (11/7/2019) kemarin.

Lukita Awang yang menemani Presiden Jokowi saat mengunjungi Pulau Rinca baru-baru ini juga menjelaskan, para ranger selalu diminta untuk mengimbau dan mengedukasi wisatawan untuk menjaga kelestarian alam. Seperti misalnya, tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami jelaskan ke wisatawan secara detil dan mengedukasi mereka, seperti sampah yang dibawa jangan ditinggal tapi dibawa pulang,” katanya.

Terkait isu penutupan Pulau Komodo, Lukita Awang menjelaskan masih akan menunggu keputusan dari tim Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Meski begitu, pihak TN Komodo pun menerapkan daya dukung. Artinya, jangan sampai suatu lokasi kelebihan jumlah kunjungan wisatawan.

“September nanti, kita akan menguji coba di dua titik, di Batu Bolong dan Taka Makassar. Pengunjung dan penyelam kita batasi,” terangnya.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan