Pilkada

Putusan Panwaslu Asahan Terkait Pertemuan DJOSS Dengan Apdesi Dinilai Aneh

Jika di Karawang Jawa Barat, 6 kades ditetapkan sebagai tersangka gara-gara berpose salam empat jari untuk pasangan cagub/cawagub Jabar Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, akan tetapi di Asahan, puluhan kades yang menghadiri pertemuan dan pidato Cagub nomor urut 2 Djoss hanya dianggap tidak profesional oleh Panwas Asahan

ASAHAN- Ada yang aneh dalam keputusan yang dilakukan Panwas Asahan dalam pertemuan antara calon Gubsu nomor urut 2 Djoss dan para kades beserta anggota Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Asahan.

Jika di Karawang Jawa Barat, 6 kades ditetapkan sebagai tersangka gara-gara berpose salam empat jari untuk pasangan cagub/cawagub Jabar Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, akan tetapi di Asahan, puluhan kades yang menghadiri pertemuan dan pidato Cagub nomor urut 2 Djoss hanya dianggap tidak profesional oleh Panwas Asahan.

Itu dikatakan Advokasi Eramas Angga Saputra, Minggu (17/6) sebagaimana dilansir taslabnews. Dimana Panwas Asahan dalam surat keputusannya menyatakan Ketua Apdesi Asahan Sujud Prayetno bersalah dan melakukan pelanggaran dan dianggap tidak profesional.

Sesuai surat keputusan Panwas Asahan nomor: 002/LP/PG/Kab/02.09/VI/2018 tanggal 10 Juni 2018. Dalam surat panwas itu disebutkan, berdasarkan hasil penelitian dan pemeriksaan terhadap laporan yang masuk dalam klarifikasi, pembahasan rapat gabungan Gakkumdu, hasil kajian dan rapat pleno panwas kasus pertemuan Djoss dan para kades di kantor Apdesi dilaporkan oleh Suparman. Sedangkan laporan terhadap terlapor calon Gubsu Drs H Djarot Saiful Hidayat tidak ditindaklanjuti. Karena tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilihan.

Dalam surat Panwas Asahan juga disebutkan, telah ditemukan pelanggaran lain yaitu perbuatan tidak profesional yang dilakukan oleh Ketua Apdesi Kabupaten Asahan Sujud Prayetno.

Tags

Artikel Terkait

Close
Close