Ramai “Gilang Bungkus” Disebut Predator Fetish di Twitter, Begini Kronologinya

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Kata ‘Gilang Bungkus’ tengah ramai menjadi pembicaraan netizen di media sosial terutama twitter. Sosok Gilang, menjadi pusat perhatian karena dituding memiliki perilaku seks yang menyimpang.

Berdasarkan penuturan korban Gilang di Twitter, pria yang mengaku sebagai mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, tersebut berkedok tengah menyelesaikan riset penulisan ilmiah.

Bacaan Lainnya

Gilang meminta para korban untuk membungkus diri menggunakan kain jarik serupa pocong dan meminta mereka mengirimkan foto serta video saat korban terbungkus seperti pocong dengan kain jarik.

Semakin lama pemilik akun berkomunikasi dan melakukan hal-hal yang diminta Gilang, pemilik akun pun menyadari bahwa ia telah mengalami pelecehan seksual.

Setelah thread tersebut viral, banyak orang kemudian speak up dan mengungkap mereka pernah menjadi korban pelecehan seksual Gilang. Sebagian besar korban diminta untuk membungkus diri sendiri atau orang lain dan dipegang bagian vital untuk melihat reaksinya.

Warganet kemudian menyimpulkan, Gilang memiliki fetish terhadap orang yang dibungkus kain jarik.

Memiliki fetish, hingga saat ini sebenarnya belum dimasukkan sebagai kelainan seksual dan hal ini juga bukanlah sesuatu yang jarang dimiliki seseorang.

Meski begitu, jika fetish yang dimiliki sudah membuat diri memaksa dan membuat orang lain merasa tidak nyaman, maka hal itu perlu segera diobati dan mendapatkan tindak lanjut.

Dilansir dari Web MD orang dengan fetish memiliki dorongan seksual yang berhubungan dengan benda mati. Seseorang menjadi terangsang secara seksual dengan memakai atau menyentuh objek.

Objek fetish bisa berupa pakaian, seperti pakaian dalam, sepatu wanita, atau lingerie. Fetish dapat menggantikan aktivitas seksual dengan pasangan atau dapat digunakan saat beraktivitas seksual dengan pasangan yang bersedia.

Gangguan seksual lain terkait fetish, disebut parsialisme, yaitu fetish yang melibatkan gairah seksual oleh bagian tubuh, seperti kaki, payudara, atau pantat. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *