Ranita dan Pramuka UIN Jakarta Berjibaku Di Kawasan Longsor dan Banjir di Lebak

  • Whatsapp
Tim KMPLHK Ranita UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saat membuka jalur yang terisolir di wilayah bencana banjir dan longsor di Lebak Gedong dan Gunung Julang, Lebak, Banten. (Foto Istimewa)

INDOPOLITIKA.COM- Tim KMPLHK Ranita dan Pramuka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta masih berjibaku membersihkan sisa banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah lokasi bencana di Lebak, Banten.

Mereka menjadi tim relawan yang pertama kali masuk ke wilayah terparah. Yakni di Lebak Gedong dan Gunung Julang. Dua lokasi itu terisolasi. Hingga kini, akses menuju dua lokasi itu masih tertutup untuk kendaraan roda dua. Sebab, ruas utama menuju dua lokasi itu tertutup tanah longsor.

Baca juga:

Data yang dihimpun relawan, akibat banjir itu sembilan orang meninggal dan satu orang warga dinyatakan hilang. Dua titik ini luput dari pantauan publik sehingga sampai hari ini masih terisolasi.

Tim Pusdatin KMPLHK Ranita UIN Jakarta mengatakan, upaya membuka isolasi dari dan ke perkampungan warga masih terus dilakukan.

Sejak hari pertama banjir dan longsor (01/01/2020) hingga kini, warga di Lebak Gedong dan Gunung Julang bersama Ranita dan Pramuka UIN Jakarta membersihkan sisa lingsoran.

“Kami bersama warga menggunakan peralatan seadanya. Karena laporan dari tim kami di lapangan, masyarakat sudah meminta alat berat ke pemerintah setempat. Tapi dari kemarin sampai sekarang belum ada alat berat. Jadi mereka buka jalur pakai alat seadanya,” kata Dewi Rohayati dari Pusdatin Ranita UIN Jakarta.

Dia mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun tim relawan di lapangan, jumlah warga yang terdampak banjir dan longsor di dua titik itu lebih dari 1.069 jiwa dari 280 Kepala Keluarga (KK). Mereka saat ini masih terisolasi di dua titik bencana itu.

Tim Ranita dan UIN Jakarta terus mendampingi dan memberi assasement kepada warga. Terutama trauma hilling pasca bencana.

Kondisi warga terdampak, kata dia, masih baik. Artinya, belum ada tanda-tanda adanya penyakit serius yang diidap warga korban banjir dan longsor.

Hanya saja, warga terancam kehabisan bahan makanan. Sebab, hingga kini belum ada bantuan logistik lain selain yang diberikan tim dari UIN Jakarta itu. “Ketersediaan pangannya itu hanya untuk satu sampai tiga hari ke depan,” katanya.

Hari ini, kata dia, tim Ranita UIN juga kembali mengirimkan logistik ke lokasi bencana. Logistik yang dikirim antara lain sembako, kebutuhan bayi dan anak serta peralatan kebersihan.

Tim relawan ini juga telah membuka rekening donasi untuk korban banjir di dua titik itu. Sebab, warga membutuhkan bantuan dari masyarakat lain yang tidak terdampak.[sgh]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *