Rano Karno Bantah Terima Uang Rp 700 Juta Dari Pengadaan Alkes di Provinsi Banten

  • Whatsapp
Mantan Bupati Banten Rano Karno

INDOPOLITIKA.COM- Nama Rano Karno kembali disebut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat persidangan terdakwa Komisaris Utama PT Balipasific Pragma (BPP) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Dalam dakwaan Wawan, Rano Karno diduga menerima Rp 700 juta dalam kasus pengadaan alat kesehatan (alles) di Provinsi Banten.

Namun, tuduhan itu pun di bantah oleh Mantan Gubernur Banten Rano Karno. Kata dia, ini perkara sudah lama dan sudah dijelaskan kepada pihak KPK , kalau dirinya tidak menerima uang apapun dari proyek pengadaan alkes di provinsi Banten.

Baca Juga:

“Ini perkara lama yang sudah berulang-ulang saya terangkan kepada publik dan teman-teman di KPK. Pernyataan saya masih serupa, lalu lintas uang seperti yang disampaikan saksi Kadinkes ketika itu, Saudara Djaja, tak pernah ada,” ujar Rano Karno

Sebelumnya, kasus ini bermula dari pengadaan alat kesehatan (Alkes) kedokteran Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten APBD Tahun Anggaran 2012, itu dianggarkan saat Rano menjadi wakil Gubernur Banten mendapingi Ratu Atus Chosiyah selaku Gubernur Banten. Dari situ Rano mendapatkan uang dalam rentang waktu Juni 2012 hingga Agustus 2013.

Dari pengadaan Alkes ini, Wawan mendapat keuntungan sebesar Rp 50 miliar dan Ratu Atut Rp 3,8 miliar. Sedangkan bagian pemilik PT Java Medica Yuni Astuti sebesar Rp 61,2 miliar.

Sebelumnya, Rano disebut menerima Rp700 juta oleh Kadis Kesehatan Banten, Djaja Buddy Suhardja pada persidangan Ratu Atut pada 2017 lalu. Namun, Rano Karno menepis semua tuduhan Djaja dengan menyebut bekas Kadis Kesehatan Banten itu tersandera kepentingan. Ia pun menanyakan inkonsistensi Djaja yang sebelumnya menyebut Rano menerima Rp300 juta.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *