Rano Karno Disebut Kembali Dalam Persidangan Telah Terima Uang Suap 1,5 M Dari Wawan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Nama Mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno ikut disebut dipersidangan atas kasus pencucian uang yang melibatkan terdakwa Tubagus Caheri Wardana (Wawan).

Untuk diketahui, dalam persidangan ini, Wawan duduk sebagai terdakwa dalam kapasitasnya sebagai Komisaris Utama PT BPP. Dia didakwa merugikan negara terkait pengadaan alat kesehatan (alkes) di Banten dan Tangerang Selatan serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Bacaan Lainnya

Di depan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Mantan pegawai PT Bali Pasific Pragama (BPP) Ferdy Prawireja menjelaskan aliran dana yang sampai kepada Rano Karno. Dalam kesaksiannya, Ferdy mengaku, wawan memerintahkannya untuk menyerahkan uang sebanyak Rp 1,5 miliar ke Rano Karno. Uang tersebut kemudian diserahkan melalui ajudan Rano Karno, Yadi.

“Waktu itu sempat Pak Wawan nyuruh saya buat kirim uang ke Rano. Cuma saya lupa kejadiannya tahun berapa,” kata Ferdy saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020).

Kemudian, Ferdi dan Yadi melakukan pertemuan di salah satu hotel di kawasan Serang, Banten. Kemudian disitulah terjadi transaksi penyerahan uang suap yang dibungkus oleh kertas.

“Satu kantong aja. Kantong apa namanya, yang ada di toko buku, kantong kertas gitu,” jelas Ferdy.

Asal sumber uang itu, Ferdy mengaku tidak mengetahuinya. Namun ia menduga uang itu berasal dari kas kantor perusahaan milik Wawan yang berada di The East Kuningan Jakarta.

Saat Majelis Hakim memintanya menjelaskan sumber dari uang tersebut, Ferdy tidak megetahuinya secara pasti. Ia mengaku hanya menjalankan perintah sesuai arahan Wawan.

“Saya enggak tahu dari mana, kan saya diperintah Pak Wawan. Kalau enggak salah sebagian dari kas kantor Pak Wawan yang di The East sama sebagian disiapkan di Serang,” kata dia.

Sebelumnya, dalam surat dakwaan Wawan, Rano Karno disebut jaksa menerima uang Rp 700 juta terkait pengadaan alat kesehatan Pemerintah Provinsi Banten. Ketika itu, Rano Karno menjabat Wakil Gubernur Banten mendampingi Ratu Atut Chosiyah selaku Gubernur Banten.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *