Ratusan Petasan Meledak di Tulungagung, 2 Orang Tewas dan 7 Lainnya Luka

  • Whatsapp
Kondisi rumah rusak parah terkena ledakan petasan jumbo di Tulungagung

INDOPOLITIKA.COM – Ratusan petasan dengan ukuran bervariasi, mulai seukuran pipa PVC satu dim, hingga lingkar pipa 4 dim meledak di salah satu rumah di Desa Sukorejo Wetan, Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), Senin (10/5/2021) malam.

Akibat kejadian ini, 2 orang dinyatakan meninggal setelah terkena ledakan petasan jumbo yang sedang dirakit oleh 9 orang. “Ada 2 yang meninggal dunia,” ujar Kapolsek Rejotangan, AKP Harry Poerwanto, Selasa (11/5/2021).

Berita Lainnya

Korban meninggal setelah mendapat perawatan medis di RSUD dr. Iskak. Korban meninggal adalah Muhammad Asrori (25) dan M. Nuzul Ilham (21). Keduanya warga desa setempat.

M. Nuzul Ilham alami luka parah di bagian wajah. Sedang 7 lainya alami luka ringan hingga berat. Untuk korban luka berat adalah Andik Sugianto (35) dan M. Zaenal Arifin (23) dan berada di red zone IGD RSUD dr. Iskak Tulungagung.

“Kondisi pasien sangat buruk sehingga harus mendapat tindakan (kedaruratan medis) di ruang red zone IGD,” kata Kasi Humas RSUD dr Iskak Tulungagung Moch Rifai dikutip dari Antara.

Red zone merupakan jalur IGD untuk pasien yang alami kegawatan dan kedaruratan. Korban luka ringan yaitu M. Giofani Prasetyo (21), Faisol Al Asnawi (27) dan Dani wijaya Putra (19).

Ketiga korban sedang jalani operasi. Sedang 2 korban lain, Shofian Efendi (20) dan Abil (21). Semua korban merupakan warga sekitar.

Sumber warga di Desa Sukorejo Wetan, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung menyebut suara ledakan terdengar keras dan seperti bersahutan (beruntun). Rumah yang digunakan meracik/merakit petasan bahkan ikut rusak parah.

Petasan-perasan besar itu telah diproduksi sejak awal puasa. Rencananya, petasan-petasan besar itu akan diledakkan pada malam di akhir (bulan) Ramadan dan pada pagi hari setelah salat id di hari pertama Lebaran.

“Sebagian sudah ada yang kami ujicoba ledakkan, dan sisanya ada 205 buah yang tadi malam kami isi bubuk petasan dan dilakukan penutupan lubang di bagian pangkal sumbu,” tuturnya.

Menurut pengakuan salah satu korban yang masih sadarkan diri menunggu perawatan lanjutan di IGD RSUD dr Iskak, bernama MZA, insiden terjadi saat mereka melakukan tahap akhir pembuatan petasan Idulfitri.

“Ada satu petasan yang meledak saat dilakukan penutupan sumbu dan menyambar ratusan buah petasan lainnya yang sedang kami rakit,” tutur MZA yang terluka di bagian wajah, tangan, dan di beberapa bagian tubuh.

MZA sedikit lebih beruntung dibanding lima rekannya yang masih kritis dan dirawat di red zone IGD. Luka bakarnya tidak terlalu serius. Ia berada di radius sekitar tiga meter dari pusat ledakan sehingga terhindar dari kefatalan. [rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *