Internasional

Ratusan Warga Bangladesh Protes Buruknya Regulasi Jalan Raya

Lalu lintas di kota Dhaka, Bangladesh. (Foto: AFP)

Dhaka: Lebih dari 20 siswa sekolah menengah di Bangladesh terluka ketika polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan ratusan demonstran yang menuntut perbaikan dalam hal keselamatan di jalan raya.

Para pemuda murka atas kematian dua orang dalam kecelakaan lalu lintas belum lama ini, yang memicu demonstrasi selama berhari-hari di Dhaka. Dalam aksi ini, para pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu.

Sebagian besar Dhaka dengan total 7 juta penduduk masih lumpuh, karena sejumlah bus menolak memasuki ibu kota dari bagian lain di negara tersebut.

Sejumlah saksi mata dan media lokal melaporkan kekacauan terbaru terjadi saat polisi dan sejumlah kader partai berkuasa berusaha membubarkan para demonstran.

Sejak beberapa hari terakhir, sekelompok siswa di Dhaka menyetop ribuan kendaraan, termasuk milik para pejabat tinggi dan hakim. Mereka ingin melihat apakah mobil-mobil itu terdaftar dan sopirnya memiliki Surat Izin Mengemudi.

Seorang pemimpin dari Liga Awami, partai berkuasa di Bangladesh, menuduh adanya sekelompok "penjahat" berseragam sekolah. Namun banyak pengunjuk rasa menuduh "penjahat" itu datang dari sayap mahasiswa partai berkuasa.

Lemahnya Regulasi

Menurut harian Daily Star, seperti dikutip dari Independent, Minggu 5 Agustus 2018, sekitar 25 orang terluka dalam unjuk rasa terbaru di Dhaka.

Aksi protes ini merupakan pukulan bagi pemerintahan Perdana Menteri Sheikh Hasina menjelang pemilihan umum pada Desember mendatang. Dia berjanji memenuhi tuntutan para pelajar.

Inti dari unjuk rasa ini adalah meminta perbaikan dalam sektor keselamatan di jalan raya Bangladesh.

Karena praktik korupsi di Bangladesh merajalela, banyak orang dapat mengemudikan kendaraan tanpa SIM. Kendaraan yang tidak terdaftar dan laik jalan pun banyak terlihat di Bangladesh.

Setidaknya 12.000 orang di Bangladesh meninggal dunia pada setiap tahunnya dalam kecelakaan jalan raya.

Penyebab kecelakaan biasanya akibat kendaraan tidak layak jalan, perilaku mengemudi ugal-ugalan, dan lemahnya penegakan hukum.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close