Rekening FPI dan Afiliasinya Sudah Diblokir, Keluarga Habib Rizieq dan Munarman Kena Juga

  • Whatsapp
Rizieq Shihab (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (12/12/2020). Rizieq Shihab tiba di Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan terkait kerumunan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta pada 14 November lalu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

INDOPOLITIKA.COM – Sejumlah rekening milik Front Pembela Islam dan afiliasinya diblokir sementara Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Selain itu, rekening tujuh anggota keluarga Habib Rizieq Shihab juga ikut kena blokir. Terbaru, rekening eks sekretaris FPI Munarman yang diblokir PPATK.

Hingga saat ini, jumlah rekening yang sudah diblokir sementara oleh PPATK berjumlah puluhan. Pembekuan sementara rekening tersebut dilakukan sesuai kewenangan PPATK berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) dan UU Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

Berita Lainnya

Pengacara Front Pembela Islam ( FPI) Aziz Yanuar mengatakan, sebanyak 7 rekening milik keluarga pimpinan FPI Rizieq Shihab diblokir. Ia menyebut, pemblokiran tersebut terjadi sejak Rabu (6/1/2021) pekan kemarin. “Keluarga ada 7 rekening, sejak Rabu pekan kemarin (diblokirnya),” kata Yanuar, Senin (11/1/2021).

Aziz juga menyampaikan rekening eks Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam ( FPI) Munarman juga masuk dalam pemblokiran. “Juga pihak yang terkait FPI seperti rekening H Munarman dkk (dan kawan-kawan) juga ( diblokir),” kata Yanuar.

Azis Yanuar menilai, saat ini kesewenang-wenangan yang tidak berujung sedang terjadi kepada Rizieq Shibab dan yang terkait dengan Rizieq. “Pengawalnya dibunuh, kediamannya diteror, organisasinya difitnah dan dibubarkan, uangnya diduga digarong,” tegasnya.

Terkait langkah yang akan dilakukan, Yanuar mengatakan, pihaknya akan melawan dugaan otoriter ini dengan langkah akhirat. “Karena pihak dizalimi doanya tidak ada halangan dengan Allah. Kami dan masyarakat serta umat Islam doakan para pelaku kezaliman ini dan para pendukung, serta yang diam terhadap kezaliman ini untuk bertobat atau diberi Allah ganjaran setimpal dunia akhirat atas kezaliman dan dukungan serta pembiaran kezaliman ini,” ucap Yanuar.

“Kelak kami akan tuntut mereka atas tindakan keji dan pembiaran serta dukungan kekejian ini,” tutur dia.

Tanggapan Munarman

Sementara itu, Munarman mengatakan, uang dalam rekening tersebut digunakan untuk biaya pengobatan orang tuanya yang terbaring sakit. “Benar [diblokir], itu untuk biaya pengobatan ibu saya yang sedang terbaring sakit,” kata Munarman, Senin (11/1/2021).

Munarman mengaku hanya satu rekening Bank BNI atas nama dirinya yang tengah diblokir. Ia enggan membeberkan berapa nominal uang yang ada di rekening tersebut. “Tidak banyak, hanya untuk pengobatan,” kata Munarman.

Munarman lantas memperlihatkan sebuah dokumen surat pemberitahuan dari pihak BNI dengan nomor FMI/04/0012/R perihal pemblokiran rekening.

Surat itu berisikan bahwa rekening Munarman sudah diblokir oleh BNI sejak tanggal 4 Januari 2021 lalu. Surat pemberitahuan pemblokiran rekening itu sesuai dengan surat permintaan dari pihak PPATK bernomor SR/11/AT.05.01/1/2021.

“Uang itu untuk menampung uang pensiun ibu saya dan uang dari saudara-saudara saya yang membantu biaya pengobatan ibu saya,” kata Munarman.

Sebelumnya, PPATK mengakui telah memblokir sementara terhadap seluruh aktivitas transaksi keuangan dari total 68 rekening FPI beserta afiliasinya.

Pembekuan sementara rekening tersebut dilakukan sesuai kewenangan PPATK berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) serta UU Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

Ketua Kelompok Hubungan Masyarakat PPATK Natsir Kongah mengatakan, langkah itu merupakan bagian dari fungsi analisis dan pemeriksaan.

“Tindakan penghentian sementara transaksi dan aktivitas rekening FPI berikut afiliasinya tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan fungsi analisis dan pemeriksaan laporan dan informasi transaksi keuangan yang berindikasi tindak pidana pencucian uang dan/atau tindak pidana lain,” kata Natsir dalam keterangannya, Rabu (6/1/2021).

Menurut dia, pembekuan itu dilakukan untuk mencegah pemindahan atau penggunaan dana dari rekening yang diketahui atau dicurigai merupakan hasil tindak pidana. PPATK sedang menelusuri rekening dan transaksi keuangannya. Nantinya, hasil analisis akan disampaikan kepada aparat penegak hukum. [ind]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *