Reklame di DKI Rawan Roboh, Hati-hati Kena Timpa

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Sejumlah reklame di Jakarta rawan roboh dan membahayakan masyarakat. DKI butuh biaya dan waktu untuk menertibkan reklame tersebut. Dan dua dinas pun saling tuding soal kasus ini.

Pelaksana Tugas (PLT) Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta Heru Hermawanto mengatakan, sedikitnya ada 15 reklame rawan roboh yang berada di jalan protokol seperti Gatot Subroto dan sebagainya. Jumlah tersebut didapatkan dari hasil pengawasan baru belakangan ini.

Baca Juga:

“Baru-baru ini, ada 15 reklame yang kami segel karena tidak berizin. Paling bahaya itu kan terkait dengan baliho yang besar dan paling banyak di daerah jalan utama, protokol. Di Jalan Gatot Subroto tinggal sisanya saja,” kata Heru Hermawanto, saat dihubungi pada Minggu (8/12/2019).

Heru menjelaskan, semua izin reklame itu yang mengeluarkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Kemudian, dikirimkan ke petugas pengawas lalu dilakukan pengecekan. Petugas pengawas yang terdiri dari Dinas Cipta Karya, Satpol PP dan PTSP itu lakukan pengecekan. Apabila tidak sesuai dilakukan penyegelan dan ada rekomendasi pembongkaran.

Ketika masuk dalam proses pembongkaran, lanjut Heru, pihaknya membutuhkan biaya yang tidak sedikit lantaran harus menyewa alat berat. Sementara, karena kebanyakan tidak berizin, pemilik reklame tidak diketahui dan tidak bisa disuruh membongkar. “Begitu sudah dinyatakan ini harusnya dibongkar, kan dibongkar. Tapi butuh biaya. Ini prosedurnya agak panjang,” jelasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *