Rekonstruksi Kasus Penyiraman Novel, Polisi Lakukan 10 Reka Adegan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, dini hari ini, Jumat (7/2). Di kediaman Novel, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Wakil Direktur (Wadir) Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti Haryadi mengatakan, ada 10 reka adegan yang mereka lakukan hari ini yang dibantu pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Berita Lainnya

”Intinya adalah supaya alat bukti dan keterangan para saksi dan tersangka dapat kami uji di lapangan. Selanjutnya, berkas perkara yang sudah kami lengkapi akan kami kirim kembali ke rekan-rekan di Kejaksaan Tinggi DKI,” ujar Dedy usai rekonstruksi.

Dedy menjelaskan, dalam rekonstruksi hari ini, dua pelaku penyiraman yakni RB (Ronny Bugis) dan RK (Rahmat Kadir) turut hadir.

“Maka dari itu kami putuskan, karena memang kegiatan ini gak bisa kami tunda dan harus kami laksanakan. Karena terikat waktu masa pemberkasan dan penahanan kami laksanakan dan memang sudah kami siapkan pemeran pengganti,” tutur dia.

Dedy mengatakan, pihaknya juga telah memberi tahu kepada Novel, jika rekonstruksi hari ini harus digelar. Novel, kata Dedy, sempat melintas saat rekonstruksi berlangsung.

“Dalam hal ini korban melintas dan sempat rekan rekan penyidik dan JPU mempertanyakan dan menyampaikan kegiatan ini tetap kami laksanakan dengan pemeran pengganti. Sehingga, prosesnya harus legitimate dan memiliki kekuatan hukum sebagai alat bukti,” ucapnya.

Dedy menuturkan, polisi tak akan menggelar rekonstruksi lagi. Hal itu juga sudah disetujui oleh pihak JPU.

“Rekonstruksi yang dilaksanakan hari ini sudah cukup sesuai yang diharapkan, sesuai kesepakatan pembahasan sebelumnya,” kata dia.

Proses rekonstruksi hari ini terbilang ketat. Dimulai dari awak media yang sama sekali tidak boleh mengambil gambar dan berada di area rekon, hingga pengawalan dari polisi bersenjata. Dedy menilai, penjagaan seperti itu adalah hal yang wajar.

“Pelaksanaan rekontruksi di mana pun, pengamanan dan penjagaan di sekitar lokasi pelaksanaan rekonstruksi, supaya pelaksanaan rekontruksi berjalan lancar sesuai dengan waktu ditetapkan,” ungkapnya lagi.

Terkait hal itu, Novel mengatakan, ia sama sekali tak melihat jalannya rekonstruksi maupun tersangka. Saat itu, ia lebih memilih menetap di rumah.

“Karena gelap. Tadi kan saya sempet keluar ke masjid, saya gak terlalu jelas lihat, dan kondisi mata saya memang sedang ada masalah,” ungkapnya lagi.

Novel berharap, kasusnya diselesaikan dengan tuntas. Ia tak ingin, ada bukti-bukti yang dihilangkan dalam setiap proses penyidikan.[pit]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *