Projo dan Ormas NU Ancam Tarik dukungan, PKS Sebut Itu Siasat Politik Untuk Naikan Daya Tawar

  • Whatsapp
Ketua Bidang Politik DPP PKS Pipin Sopian

INDOPOLITIKA.COM- Beberapa hari belakangan ini Presiden Jokowi banyak diprotes. Juga ancaman tak lagi menjadi bumper Jokowi di periode kedua ini. Protes datang dari Ormas NU dan Relawan Pro Jokowi (Projo). Sehari setelah aksi protes dan ancaman, elit-elit Ormas itu datang ke istana menggunakan baju putih polos hari ini (25/10). Pada saat bersamaan, Jokowi sedang mencari sosok Wakil Menteri.

Ketua Bidang Politik DPP PKS Pipin Sopian mengatakan, protes dan ancaman yang dialamatkan ke Jokowi oleh Ormas pendukung hanyalah cara menaikan posisi tawar. Apalagi, Ormas-ormas itu merasa tidak memiliki keterwakilan dalam kabinet. Kalaupun ada dianggap tidak cukup.

Baca Juga:

“Mereka memperlihatkan kekecewaan untuk menaikan bargain politik diantara mereka,” katanya.

Gayung bersambut. Ancaman dan protes itu rupanya efektif. Jokowi mengganjarnya dengan menarik tokoh-tokoh Ormas tersebut untuk mengisi posisi Wakil Menteri. Jokowi nampak merampungkan pembagian kue kekuasaan pada para penyokongnya.

“Karena itu pula PKS memilih untuk tidak bertemu pak Jokowi sebelum pelantikan menteri. Karena kami memahami bahwa tarik menarik antara Parpol, Ormas pendukung pak Jokowi itu juga sangat kuat,” katanya.

Karena itu pula, PKS memilih berada di luar pemerintahan Presiden Jokowi. Sekaligus menghargai elemen-elemen pendukung utama presiden asal PDIP itu. [pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *