Remaja 17 Tewas Kecanduan Vape

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Bagi Anda pecinta Vape, ini bisa dijadikan pelajar. Seorang remaja asal New York, Amerika Serikat, menjadi korban termuda yang meninggal akibat penyakit paru karena penggunaan vape.

Remaja berusia 17 tahun yang hidup di Bronx, New York, itu sempat dua kali dirawat di rumah sakit akibat penyakit tersebut sebelum akhirnya meninggal pada 4 Oktober 2019.

Baca Juga:

Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), penyakit paru-paru akibat penggunaan vape telah mewabah di AS sejak Juli 2019. Sekitar 1.080 orang di 48 negara bagian di AS terkena dampaknya.

CDC menyebut bahwa per tanggal 1 Oktober 2019 ada 18 kematian akibat wabah ini. Sebelum pemuda asal Bronx ini, korban termuda yang meninggal akibat penyakit paru-paru karena penggunaan vape adalah seseorang berusia 27 tahun.

Menyusul peristiwa tersebut, setidaknya ada lima kasus kematian terjadi. Namun, korban-korbannya adalah orang dewasa.

Para pejabat kesehatan AS menduga kuat paparan bahan kimia pada vape menjadi pemicu munculnya wabah penyakit paru-paru tersebut. Namun, masih belum diketahui pasti bahan kimia atau kontaminan apa yang menjadi penyebab kasus kematian akibat vape.

Belum lama ini, CDC melaporkan bahwa produk vape yang mengandung Tetrahydrocannabinol (THC) kemungkinan berperan besar sebagai pemicu timbulnya wabah penyakit paru-paru mematikan ini.

Menurut lembaga kesehatan itu, ada lebih dari tiga per empat pasien di AS yang mengalami sakit paru ini melaporkan penggunaan produk vape mengandung THC, yang juga menjadi bahan aktif dalam ganja.

Pekan lalu, ada sebuah laporan yang menyebutkan bahwa penyakit-penyakit yang menimpa korban tewas akibat penggunaan vape kemungkinan besar disebabkan oleh asap kimia beracun yang dihasilkan dari penguapan. Asap inilah yang secara langsung merusak paru-paru korban, demikian laporan Live Science, Sabtu (12/10).

Gejala yang ditimbulkan penyakit paru-paru dari penggunaan vape meliputi sesak napas, batuk serta nyeri dada. Dalam beberapa kasus, gejala lain yang muncul meliputi mual, muntah, demam hingga penurunan berat badan.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *