Resesi Seks Mengancam Ekonomi Jepang hingga Amerika Serikat, Kok Bisa?

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Jika anda lebih nyaman ‘curhat’ dengan gawai dari pada orang asli, ini patut menjadi perhatian. Karena bisa jadi ini adalah awal terjadinya resesi ekonomi.

Mengutip laporan Orange County Register, salah satu dampak baik dari berkurangnya jumlah remaja yang melakukan hubungan seks di usia muda adalah menurunnya jumlah kehamilan di usia muda. Namun, dampak buruknya, hal ini bisa menyebabkan menurunnya populasi dan bahkan perlambatan ekonomi.

Baca Juga:

“Semuanya, mulai dari pornografi online hingga video game canggih, hingga media sosial digunakan oleh banyak remaja sebagai pengganti kontak dengan manusia nyata, terutama untuk pria,” tulis Jake Novak dalam penelitiannya sebagaimana dikutip dari CNBC, Senin (04/11/2019).

Jake menyebutkan bahwa sejumlah penelitian baru-baru ini mengungkapkan turunnya gairah seksual dan perkawinan di AS disebabkan karena adanya teknologi dan peluang baru yang diberikan oleh teknologi yang memicu orang dewasa muda lebih senang menyendiri ketimbang berhubungan dengan manusia lainnya secara langsung.

Hal ini diperkuat juga oleh laporan Institute for Creative Technologies yang dimuat Orange County Register, anak-anak jaman now atau milenial yang mengerti teknologi cenderung memiliki masalah yang berkaitan dengan lawan jenis. Mereka bahkan lebih nyaman berinteraksi dengan orang virtual, daripada orang yang nyata.

Oleh karenanya, tidak mengherankan jika survei yang dilakukan terhadap kaum milenial Amerika menemukan bahwa 65% mereka merasa tidak nyaman terlibat dengan seseorang secara langsung, dan 80% lebih suka bercakap-cakap secara digital.

Salah satu dampak dari perubahan kebiasaan ini adalah penurunan jumlah kelahiran, seperti yang terjadi di Jepang.

Apalagi saat ini tingkat kesuburan Jepang sudah sangat rendah. Akibat dua hal itu, populasi Jepang dapat berkurang setengahnya jika tren berlanjut selama 100 tahun ke depan.

Menurunnya jumlah kelahiran di Jepang pun telah berdampak pada ketidakseimbangan yang tumbuh antara penduduk usia muda dan tua, yang akhirnya menjurus pada langkanya tenaga kerja muda di negara ini. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *