Resmikan Sejumlah Infrastruktur, Herman Deru Berharap Warga Rasakan Hasil Pembangunan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pembangunan infrastruktur yang belakangan ini terus digeber Pemerintah Provinsi Sumsel diharapkan dapat bermuara pada terbukanya konektivitas antar daerah  guna mempercepat pulihnya ekonomi  yang bermuara pada pengentasan kemiskinan di 17 Kabulaten/kota.

Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru dalam arahannya saat meresmikian insfrastruktur yang  dipusatkan di atas Jembatan Air Kelingi  Kota Lubuk Linggau mengatakan, kendati masih menghadapi pandemi Covid-19, pembangunan infrastruktur di Provinsi Sumsel tetap terus dijalankan, sebab infrastruktur yang baik akan menjadi salah satu strategi dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Berita Lainnya

“Alhamdulillah kita telah meresmikan infrastruktur di Kota Lubuk Linggau. Termasuk jembatan Air Kelingi yang menghubungkan Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuk linggau. Jadi ini momentum yang sangat dinantikan masyarakat, ini juga menjadi bukti kita tidak boleh menyerah, perekonomian kita harus tetap berjalan,” tegasnya.

Herman Deru mengungkapkan, Pembangunan infrastruktur juga di harapkan dapat  menjadi sarana penghubung untuk meningkatkan pelayanan publik ke masyarakat.

“Kota Lubuk Linggau sebagai pusat bisnis yang merupakan kota  penyangga 3 kabupaten antara lain Mura, Muratara, dan Rejang Lebong Bengkulu. Insya Allah 2021 lebih baik dari tahun sebelumnya baik kualitas dan kuantitas,” tambahnya.

Herman Deru menuturkan Pemerintah Provinsi Sumsel berupaya untuk mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur secara merata di 17 kabupaten/kota di Sumsel. Salah satu caranya dengan mengucurkan Bantuan Gubernur Khusus (Bangubsus) secara proporsional bagi setiap daerah dengan memprioritaskan mengangkat potensi daerah masing-masing agar menjadi ikon yang eye catching.

Ia juga meminta bupati dan wali kota untuk menentukan kembali program mana yang super prioritas, prioritas, dan program yang regular. Dijelaskannya secara rinci, program super priotas adalah program pembangunan yang mangkrak dan sangat dibutuhkan warga.

Sementara kategori prioritas ditujukan bagi pembangunan fisik yang menjadi sorotan mata masyarakat. Sedangkan untuk kategori regular merupakan pembangunan rutin tahunan yang menjadi tanggung jawab kabupaten/kota.

“Tiga item jadi alasannya yang pertama infrastruktur mangkrak disebabkan keterbatasan pendanaan itu harus kita ekslarasi dan diselesaikan segera. Lalu pekerjaan atau proyek-proyek yang menjadi sorot mata dan eye catching yang menjadi perhatian harus kita tuntaskan,” tegasnya.

Kebutuhan masyarakat yang timbul dari bawah membangun dengan selera rakyat. Karena rakyat yang paling tau kebutuhan. Dan bukan kebutuhan egosektoral.

“Jadi tiga syarat ini akan kita berikan proporsional ke daerah sesuai dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri,” pungkasnya. [rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *